← Beranda
Series Tante Sonya Kisahkan Age-Gap Romance, Maxime Bouttier Akui Mirip dengan Kisah Hidupnya
Abdul RahmanKamis, 9 April 2026 | 18.27 WIB
Jumpa pers series Tante Sonya. (Abdul Rahman/JawaPos.com)

 

JawaPos.com - Series Tante Sonya saat ini sedang dalam proses produksi, digarap hasil kerja sama antara WeTV Indonesia dengan rumah produksi RAPI Films.

Tanda dimulainya produksi series Tante Sonya, dengan adanya acara tumpengan sekaligus doa bersama melibatkan puluhan anak yatim. Acara tersebut dihadiri produser, sutradara, dan para pemain. Acara tumpengan digelar di kantor RAPI Films, Jakarta, Rabu (8/4).

Series Tante Sonya mengangkat cerita tentang age-gap romance. Serial dengan 10 episode ini diadaptasi dari sebuah film legendaris era 90-an berjudul Catatan Harian Tante Sonya.

Cerita series Tante Sonya berfokus pada Sonya (diperankan oleh Raihaanun), seorang wanita karier sukses dengan usia sekitar 42 tahun. Dia kemudian dipertemukan kembali oleh takdir dengan Ben (Maxime Bouttier), seorang pemuda berusia 28 tahun yang pernah hadir di masa lalunya.

Baca Juga: Film Warung Pocong: Alami Masalah Keuangan, Terjebak Teror Mematikan

Febriamy Hutapea selaku Executive Producer & Country Head WeTV Indonesia mengatakan, series ini menarik karena mengangkat sudut pandang berbeda tentang age-gap romance unik dimana pihak perempuan lebih tua daripada si lelaki.

"Perempuan yang mulai berumur sering kali merasa insecure, ragu, dan tidak pantas jatuh cinta lagi karena usianya, serta trauma cinta di masa lalu. Cerita ini mengingatkan kita bahwa perempuan boleh jatuh cinta lagi, bahagia lagi, bahkan diperjuangkan oleh laki-laki yang lebih muda,” kata Febriamy dalam jumpa pers di bilangan Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (8/4).

Maxime Bouttier mengakui cerita Tante Sonya ada kemiripan dengan kisah hidup pribadinya di dunia nyata, dimana dia menemukan cinta sejati seorang perempuan yang lebih dewasa, aktris Luna Maya.

"Mungkin kenapa bisa masuk ke project ini karena pengalaman seperti itu sudah cukup kali ya," kata Maxime Bouttier sambil tersenyum.

Dia mengaku tertarik dengan series ini karena ceritanya berbeda dari series pada umumnya yang diproduksi di Tanah Air.

"Ini merupakan sudut pandang dengan perspektif Ben saat melihat Sonya. Biasanya sudut pandang diambil dari sosok perempuan ke laki-laki yang lebih tua. Perspektif baru itulah yang membuat saya tertarik dengan serial ini,” kata Maxime Bouttier.

Series Tante Sonya memiliki pendekatan kreatif yang berbeda dibanding versi filmnya di tangan sutradara Surya Ardy Octaviand. Banyak karakter baru ditampilkan dalam series ini dan setiap tokohnya memiliki versi tersendiri, yang diyakini akan membuat penonton jadi semakin penasaran.

Baca Juga: Ressa Ungkap Ayah Biologisnya Orang Aceh, Begini Tanggapan Pihak Denada

“Ini sebenarnya bukan remake, melainkan pembuatan ulang cerita Tante Sonya agar menjadi lebih relate dengan situasi saat ini,” ungkap Sunil Samtani selaku Produser RAPI Films.

EDITOR: Abdul Rahman