JawaPos.com - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, bersama wakilnya Emil Elestianto Dardak, mendatangi Kantor Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) di Jakarta, Selasa (20/10).
Langkah ini diambil guna menagih kepastian pasokan serta mempercepat rantai distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi, khususnya Biosolar dan Pertalite, yang sempat memicu antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU di Jatim.
Khofifah menegaskan, ketersediaan stok BBM yang diklaim aman di depo atau Fuel Terminal harus diikuti dengan kelancaran pengiriman hingga ke dispenser SPBU agar tidak menimbulkan keresahan di masyarakat.
"Saya bersama Mas Emil ini sebetulnya ingin mendapatkan penjelasan dan kepastian bahwa pasokan BBM, terutama Biosolar dan Pertalite aman sampai di SPBU. Jika stok kita aman, mohon ketersediaan dan distribusi juga harapannya semua betul-betul lancar dan aman," ujar Khofifah.
Baca Juga: Detik-Detik Pembubaran Demo Mahasiswa di DPRD DIY Usai Petasan Meledak di Malioboro
Khofifah menguraikan, Jawa Timur memegang peranan vital sebagai penggerak perekonomian sekaligus gerbang simpul logistik menuju wilayah Indonesia Timur.
Jika terjadi kelangkaan atau kemacetan distribusi Biosolar di tingkat SPBU, dampaknya dipastikan merembet ke berbagai sektor strategis, mulai dari angkutan barang, moda transportasi, hingga mata pencaharian nelayan kecil.
"Jadi misalnya kalau sampai Biosolar itu susah di SPBU, maka dampaknya akan sangat terasa bahkan sampai ke nelayan," terangnya.
Ia pun meminta Kementerian ESDM bersama Pertamina Patra Niaga untuk memperketat pengawasan jalur distribusi darat guna mencegah dugaan praktik penimbunan maupun modus pengerukan BBM subsidi menggunakan tangki raksasa yang dimodifikasi.
"Kami juga minta pengawasan diperketat untuk menindak tegas jika ada dugaan penyimpangan penyaluran BBM bersubsidi," tegas Khofifah.
Sekjen Kementerian ESDM, Ahmad Erani Yustika, menyatakan pihaknya bergerak cepat berkoordinasi dengan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) serta Pertamina Patra Niaga untuk mempercepat penormalan pasokan.
Sebagai langkah konkret, pemerintah pusat menyiapkan skema tanggap darurat dengan menambah alokasi pengiriman kapal tanker ke depo-depo Jawa Timur serta memperpanjang jam operasional Fuel Terminal menjadi 24 jam penuh.
Baca Juga: Bayi Usia 1 Hari Ditemukan di Rumah Warga Jalan Ploso Surabaya
"Kami telah berkoordinasi dengan BPH Migas dan Pertamina untuk memastikan bukan hanya stok di Fuel Terminal atau depo, tetapi di masing-masing SPBU harus segera dalam keadaan aman dan memadai," kata Ahmad.
Selain itu, Pertamina mengerahkan armada tambahan sebanyak 21 unit mobil tangki melalui skema spot charter untuk mempercepat pengisian ulang ke SPBU yang mengalami kekosongan pasokan di Jawa Timur.
"Kami siap bekerja sama penuh dengan Pemprov Jatim, didukung Pertamina, untuk memastikan dalam waktu dekat stok di seluruh SPBU di Jatim kembali aman," ucapnya.