JawaPos.com - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan permasalahan antrean panjang bahan bakar minyak (BBM) yang terjadi di Bali baru-baru ini.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman mengatakan antrean tersebut disebabkan oleh masalah proses distribusi.
Laode bilang, terjadi keterlambatan kapal pembawa bahan bakar yang turut berimbas pada proses distribusi ke SPBU.
"Jadi, kemarin memang ada keterlambatan kapal. Kapalnya sudah tiba, sejak hari senin kemarin sudah dilakukan operasi pasar 24 jam," kata Laode kepada wartawan di Kemenko Pangan, Jakarta, Rabu (14/10).
Dirinya menargetkan permasalahan antrean ini dapat rampung hari ini atau Kamis (15/10) besok.
"Semoga, mungkin hari ini atau besok sudah selesai permasalahannya," lanjutnya.
Laode menambahkan, dari sisi ketahanan pasokan, dirinya memastikan Indonesia memiliki cadangan bahan bakar dalam level aman, yakni 18-20 hari.
Adapun, kata dia, adanya permasalahan distribusi bahan bakar saat ini disebabkan oleh faktor musim.
Untuk daerah yang mengandalkan angkutan sungai, misalnya, kondisi sungai yang mengering membuat pengangkutan harus dialihkan menggunakan truk.
"Kalau yang di darat itu biasanya pakai angkutan sungai, sungainya kering, diantar pakai truk, truknya kan enggak bisa cepat nyampainya, berjam-jam dan volumenya tidak banyak," kata dia.
Selain itu, lanjut Laode, faktor kondisi ombak yang tinggi juga memengaruhi proses distribusi bahan bakar karena kapal tidak bisa bersandar tepat waktu.
Menurutnya, kondisi ini terjadi tidak hanya di Bali saja, melainkan di wilayah Makassar yang sempat terjadi antrean panjang beberapa waktu lalu.
"Nah, ini memperlambat proses pendistribusian. Tapi begitu sudah nyender (bersandar), kayak di Bali kemarin, langsung dilaksanakan distribusi 24 jam. Jadi dikejar," pungkasnya.