← Beranda
Harga Minyak Mentah Bergerak Variatif Usai Pertemuan Diplomatik AS-Iran, Sinyal Positif Jalur Ekspor
Djati Waluyo• Rabu, 23 September 2026 | 15.26 WIB
Minyak mentah dunia mempengaruhi perdagangan energi global. (Markets)

 

JawaPos.com - Harga minyak mentah dunia bergerak variatif pada perdagangan Rabu (23/9) setelah terdapat kemajuan diplomatik antara AS dan Iran serta membaiknya prospek aliran minyak mentah Timur Tengah seiring Arab Saudi berupaya memulihkan jalur ekspor utama.

Melansir Investing pada pukul 07:55 WIB, kontrak berjangka minyak mentah Brent naik 0,49 poin atau 0,50 persen ke level 99,10 dollar per barel atau lebih rendah jika dibandingkan dengan perdagangan Selasa (22/9) pagi sebesar 100,11 dollar per barel.

Sedangkan minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat turun 0,45 poin atau 0,49 persen ke level 90,07 dollar per barel atau lebih rendah jika dibandingkan dengan perdagangan Selasa (22/9) pagi sebesar 92,34 dollar per barel.

Presiden AS Donald Trump mengatakan pada Selasa bahwa pejabat AS telah mengadakan pertemuan "sangat baik" dan produktif selama tiga jam dengan perwakilan Iran di New York, memunculkan harapan bahwa negosiasi pada akhirnya dapat membantu mengakhiri konflik dan meredakan gangguan di sekitar Selat Hormuz.

Pertemuan tersebut merupakan kontak langsung pertama yang diketahui antara pejabat AS dan Iran sejak Juni. Trump menyebut utusan khususnya, Steve Witkoff dan Jared Kushner, turut berpartisipasi dalam pertemuan itu.

Sebuah laporan Reuters menunjukkan bahwa Iran telah mengindikasikan kemungkinan untuk membuka kembali Selat Hormuz jika Washington mengurangi tekanan militer dan mencabut blokadenya terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran, meskipun Teheran belum mengonfirmasi adanya kesepakatan yang pasti untuk hal tersebut.

Jalur perairan tersebut tetap menjadi fokus utama pasar minyak karena sebelum konflik dimulai, jalur ini mengangkut sekitar seperlima dari pasokan minyak dan gas alam cair global. Pergerakan kapal tanker terkini menunjukkan aliran yang meningkat, meskipun risiko pengiriman masih tetap tinggi.

Baca Juga: Harga Minyak Mentah Dunia Turun Lagi di Tengah Serangan Rudal Houthi ke Riyadh

Sementara itu, Arab Saudi telah memulai kembali operasi pada pipa East-West miliknya, yang dapat mengalirkan minyak mentah ke pelabuhan Yanbu di Laut Merah dan melewati Selat Hormuz, demikian laporan yang beredar.

Pipa tersebut sempat ditutup setelah serangan drone awal bulan ini yang memiliki kapasitas sekitar 7 juta barel per hari, meskipun perbaikan pada stasiun pompa yang rusak berarti pemulihan ke kapasitas penuh bisa memakan waktu enam hingga delapan minggu.

 

EDITOR: Kuswandi