JawaPos.com – PLN Indonesia Power terus memperkuat kontribusinya dalam mendukung percepatan pengembangan energi surya nasional melalui Program PLTS 100 GWp.
Portofolio tersebut dikembangkan bersama mitra strategis diantaranya, PLTS Terapung Gajah Mungkur berkapasitas 134,2 MWp, PLTS Terapung Saguling 92 MWp, PLTS Pasuruan 132 MWp, serta PLTS Banyuwangi 132 MWp.
"PLN Indonesia Power berkomitmen mengambil peran strategis dalam mendukung percepatan Program PLTS 100 GWp melalui pengembangan portofolio energi surya yang andal, kompetitif, dan berkelanjutan," kata Direktur Utama PLN Indonesia Power Bernadus Sudarmanta dalam keterangan tertulisnya dikutip Senin (14/9).
Komitmen tersebut diwujudkan melalui pengembangan sejumlah proyek energi surya yang menjadi bagian dari portofolio energi terbarukan PLN IP. Momentum tersebut ditandai dengan Launching & Groundbreaking Program PLTS 100 GWp yang dihadiri Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, didampingi Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia serta jajaran terkait.
Menurut Bernadus, pengembangan PLTS tidak hanya menjadi bagian dari penambahan kapasitas energi terbarukan, tetapi juga membutuhkan penguatan kapabilitas, inovasi teknologi, serta kolaborasi untuk memastikan energi bersih dapat dihadirkan secara andal dan memberikan nilai tambah bagi sistem ketenagalistrikan nasional.
"Dengan pengalaman, kapabilitas, serta kolaborasi bersama mitra strategis, kami siap mengoptimalkan potensi energi surya di berbagai wilayah Indonesia sekaligus memastikan pengembangannya memberikan nilai tambah bagi sistem ketenagalistrikan dan mendukung tercapainya ketahanan energi nasional," ujar Bernadus.
Dalam kegiatan Launching & Groundbreaking Program PLTS 100 GWp beberapa waktu lalu, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan bahwa pembangunan PLTS 100 GWp dalam tiga tahun menjadi langkah strategis untuk memperkuat kemandirian dan ketahanan energi Indonesia, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap energi impor.
"Program PLTS berkapasitas 100 GWp merupakan langkah besar untuk memperkuat kemandirian dan ketahanan energi Indonesia. Target ini akan kita bangun dalam waktu sekitar tiga tahun dengan memanfaatkan potensi energi terbarukan dalam negeri, termasuk tenaga surya dan panas bumi," tutur Presiden Prabowo.
Senada dengan Presiden, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa percepatan program PLTS 100 GW dalam tiga tahun menjadi langkah untuk memperkuat ketahanan energi nasional dan mengurangi ketergantungan terhadap energi impor.
"Hari ini kita mempercepat implementasi program PLTS 100 GW. Total investasinya sekitar USD 73 miliar atau Rp 1.120 triliun, yang berpotensi menciptakan sekitar 5,52 juta lapangan kerja dan menurunkan emisi hingga 120 juta ton CO₂ per tahun," jelas Bahlil.