JawaPos.com - Harga minyak mentah dunia melanjutkan penguatanya pada perdagangan Selasa (8/9) pagi, seiring meningkatnya risiko konflik berkepanjangan di Timur Tengah.
Melansir Investing pada pukul 09:15 WIB, kontrak berjangka minyak mentah Brent naik 0,05 poin atau 0,05 persen ke level 97,05 dollar per barel atau lebih tinggi jika dibandingkan dengan perdagangan Senin (7/9) pagi sebesar 96,63 dollar per barel.
Sedangkan minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat naik 0,91 poin atau 0,99 persen ke level 92,38 dollar per barel atau lebih tinggi jika dibandingkan dengan perdagangan Senin (7/9) pagi sebesar 91,91 dollar per barel.
Dilansir Reuters, Ancaman Iran untuk membalas serangan baru Amerika Serikat (AS) terhadap asetnya meningkatkan kekhawatiran terhadap potensi gangguan pasokan minyak global.
Ancaman tersebut muncul setelah aksi saling serang antara AS dan Iran sepanjang akhir pekan, sementara belum terlihat adanya terobosan diplomatik untuk meredakan konflik.
Pada Sabtu, pasukan AS menyerang tiga kapal tanker minyak Iran, termasuk sebuah kapal yang berada di dekat Pulau Kharg, pusat utama ekspor minyak Iran, menurut Komando Pusat AS.
Serangan tersebut dilakukan setelah Garda Revolusi Iran menyerang kapal perang AS yang beroperasi di kawasan tersebut.
Analis ANZ Daniel Hynes mengatakan, eskalasi konflik meningkatkan kemungkinan terjadinya kebuntuan berkepanjangan antara kedua negara.
"Eskalasi konflik Timur Tengah baru-baru ini meningkatkan kemungkinan kebuntuan berkepanjangan, yang diselingi aksi militer terukur oleh AS dan Iran. Ini dapat membuat pasokan dari Teluk Persia tetap terbatas hingga akhir 2026," kata Hynes dalam catatannya.
ANZ memperkirakan arus pasokan minyak belum sepenuhnya kembali ke level sebelum perang hingga akhir kuartal I atau awal kuartal II 2027.
Risiko gangguan pasokan yang lebih lama juga mulai tercermin dalam proyeksi harga minyak global. Goldman Sachs menaikkan proyeksi harga Brent dan WTI masing-masing USD 5 menjadi USD 85 dan USD 80 per barel untuk Desember 2026.
Untuk 2027, Goldman Sachs memperkirakan harga Brent berada di USD 80 per barel dan WTI USD 75 per barel. Revisi tersebut mencerminkan asumsi baru bahwa gangguan pengiriman minyak di kawasan Timur Tengah akan berlanjut hingga 2027.
Sementara itu, analis Marex Ed Meir dalam laporan prospek komoditas September memperkirakan harga minyak mentah akan tetap tinggi hingga akhir tahun selama konflik masih berlangsung.
Marex menilai masih banyak persoalan yang belum terselesaikan sehingga perang berpotensi berlanjut dan menjaga tekanan terhadap pasokan minyak global.