JawaPos.com - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara), meresmikan proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) atau waste to energy dengan investasi sebesar Rp 3 triliun di Ciketing, Kota Bekasi.
Chief Investment Officer Danantara Indonesia, Pandu Sjahrir, mengatakan peresmian pembangunan PSEL menandai hadirnya solusi untuk menjawab tantangan darurat sampah di Indonesia dan secara terkhusus di kota Bekasi.
“Sejak terbitnya Perpres Nomor 129 Tahun 2025, Danantara Indonesia telah bergerak cepat untuk melanjutkan pengembangan pengolahan sampah di kabupaten dan kota secara terstruktur dan profesional, termasuk di Kota Bekasi,” ujar Pandu dalam peresmian pembangunan PSEL, di Bekasi, Rabu (26/8).
Pandu mengatakan, dalam pengembangan inisiatif PSEL di Kota Bekasi. Proses evaluasi yang berlangsung pada 2 hingga 30 Januari 2026 menjadi langkah awal dengan enam konsorsium menyerahkan proposal untuk dievaluasi.
Baca Juga: Berasal dari Inggris, Bareskrim Bongkar Peredaran Permen THC di Malang
Dari enam konsorsium tersebut, hanya dua konsorsium yang lolos evaluasi dan melanjutkan ke tahap negosiasi pada Januari hingga Februari 2026.
“Ini menunjukkan adanya proses penyaringan yang selektif dan menekankan prinsip kehati-hatian,” katanya.
Setelah proses negosiasi, para pihak menandatangani joint venture agreement pada Maret 2026. Selanjutnya, mereka menandatangani perjanjian kerja sama pada April 2026 dan menerbitkan status proyek strategis nasional pada Mei 2026.
Pandu mengatakan, proyek BSEL Kota Bekasi kini memasuki tahapan penandatanganan perjanjian jual-beli listrik. Ia menyebut langkah tersebut menandai kesiapan proyek untuk mendorong realisasi solusi pengelolaan sampah terintegrasi di Indonesia.
Pandu menjelaskan, proses pemilihan mitra melibatkan lebih dari 60 tenaga ahli dan profesional dari berbagai latar belakang. Tim yang terlibat memiliki pengalaman dalam berbagai proyek PSEL internasional, termasuk di kawasan Asia Pasifik seperti Malaysia, Thailand, Tiongkok, dan Australia.
“Keterlibatan tim Danantara dan tim ahli independen menunjukkan bahwa proses pemilihan mitra ini terverifikasi dengan tata kelola yang baik dan dilakukan secara profesional, didukung oleh berbagai keahlian seperti keahlian teknis, operasional, hukum, finansial, dan lain-lain,” ujarnya.
Baca Juga: Rombongan 5 Bus Warga Pati Tiba di Jakarta Nanti Malam, Siap Kepung Gedung DPR Besok
Ia menyebut bahwa proyek dengan nilai investasi sebesar Rp 3 triliun ditargetkan mampu mengelola lebih dari 500.000 ton sampah per tahun atau sekitar 70 persen dari jumlah sampah terolah di Kota Bekasi.
Dari sisi lingkungan, BSEL Kota Bekasi diproyeksikan mampu menurunkan emisi sampah dari tempat pemrosesan akhir hingga 80n persen serta mengurangi emisi karbon sebesar 640.000 ton setara CO2 per tahun.
“Dari sisi energi, inisiatif ini akan menghasilkan energi hijau yang dapat menyuplai kebutuhan 55.000 rumah masyarakat Kota Bekasi,” ucapnya.
Sedangkan dari sisi tenaga kerja, proyek ini juga akan menciptakan sekitar 1.000 lapangan kerja hijau. Proyek tersebut turut ditargetkan mengurangi kebutuhan lahan tempat pemrosesan akhir hingga sekitar 90 persen.