JawaPos.com - Sejumlah infratruktur mengalami kerusakan akibat gempa yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8).
Kerusakan itu seperti pelabuhan dan jembatan. Dua jenis objek vital itu berpotensi menghambat mobilitas serta distribusi energi ke wilayah terdampak.
Namun demikian, Pertamina dapat menyiapkan sejumlah skema dalam pendistribusian. Yakni, Reguler, Alternative, and Emergency. Ketiga skema itu merupakan pola atau strategi pengaturan suplai dan distribusi energi, baik BBM maupun LPG yang disiapkan untuk kondisi normal, pengalihan jalur alternatif, hingga situasi darurat atau kebencanaan, agar dapat menjangkau masyarakat.
Pengamat energi Hadi Ismoyo menyebut, salah satu opsi yang dapat dipertimbangkan dalam pendistribusian BBM dan LPG yakni dengan pemanfaatan floating barge atau tongkang sebagai pelabuhan darurat.
“Solusinya adalah menggunakan floating barge atau tongkang untuk dijadikan pelabuhan darurat. Kemudian dengan menggunakan drone mengangkat BBM dan LPG ke SPBU dan pangkalan-pangkalan LPG. Teknologi seperti ini sudah banyak digunakan di China dalam mitigasi bencana,” jelas Sekretaris Jenderal Ikatan Ahli Teknik Perminyakan Indonesia (Sekjen IATMI) pada Senin (17/8).
Baca Juga: Unair Kirim Tim Aju Garda Ksatria Airlangga ke NTT, Tangani Korban Gempa
Hadi menilai kesinambungan pasokan energi menjadi sangat penting. Karena, Pertamina memiliki mandat publik untuk menyalurkan BBM dan LPG kepada masyarakat. Dalam situasi bencana, akses energi bagi masyarakat harus tetap menjadi prioritas.
"Dalam masa peringatan kemerdekaan ini, jangan sampai mereka tidak mendapat akses energi, no matter cost yang harus ditanggung Pertamina. Itulah artinya merdeka bagi rakyat kecil,” tegasnya.
Sebelumnya, Vice President Corporate Communication Pertamina Muhammad Baron mengatakan, Pertamina terus memastikan distribusi energi tetap berjalan meski sejumlah wilayah menghadapi kendala akses transportasi akibat gempa.
Pertamina menyiapkan jalur distribusi alternatif dan berkoordinasi dengan pemerintah serta berbagai pihak untuk menjaga kelancaran pasokan.
Baca Juga: Bantu Korban Gempa NTT, Pemprov Jatim Kirim 7 Personel BPBD ke Lokasi Bencana
Upaya pemulihan SPBU di Flores, NTT, terus dilakukan. Sebanyak 35 dari 52 SPBU kini kembali beroperasi. PT Pertamina Patra Niaga yang merupakan anak usaha Pertamina terus memperkuat distribusi BBM dan LPG melalui alih suplai dan transportasi laut, dengan tetap memprioritaskan keselamatan serta keandalan energi.
Selain menjaga ketersediaan BBM dan LPG, Pertamina Group juga menyalurkan bantuan kemanusiaan. Bantuan tahap pertama telah disalurkan pada Sabtu (15/8) dan hingga kini menjangkau sekitar 422 penerima manfaat.
Bantuan tersebut antara lain makanan siap santap, air mineral, biskuit, susu instan. Dukungan juga mencakup perlengkapan kesehatan dan kebersihan, tiga unit toilet portabel, serta satu unit genset berkapasitas 3.000 watt untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat di lokasi terdampak.