← Beranda
Blok Masela jadi Lompatan Besar bagi Ketahanan Energi dan Kesejahteraan Timur Indonesia
AntaraRabu, 12 Agustus 2026 | 06.22 WIB
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dalam acara Groundbreaking Proyek Strategis Nasional LNG Abadi Masela yang digelar di Tanimbar, Maluku, Kamis (16/7). (ANTARA)

 

JawaPos.comGroundbreaking Proyek Strategis Nasional (PSN) Lapangan Gas Abadi di Blok Masela pada Juli 2026 menandai babak baru pembangunan energi bagi kawasan timur Indonesia. Dengan investasi raksasa mencapai USD 20,9 miliar, proyek ini dipercaya tidak hanya memperkuat ketahanan energi nasional, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang terukur bagi masyarakat lokal, khususnya bagi Kepulauan Tanimbar, Provinsi Maluku.

Menyambut fase krusial ini, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Tanimbar bergerak cepat mempersiapkan masyarakatnya agar tidak sekadar menjadi penonton. Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Brampi Moriolkosu mengatakan bahwa masyarakat sangat berharap proyek ini segera beroperasi karena akan sangat membantu menggerakkan ekonomi daerah.

"Kita Pemerintah Daerah saat ini sedang melakukan inventarisasi terhadap usaha kecil dan menengah (UKM), kelompok tani, dan kelompok peternak. Untuk UKM yang tidak aktif, kita aktifkan kemudian kita lakukan pendampingan untuk menyiapkan mereka agar mampu berkontribusi pada proyek strategis nasional ini," katanya, Selasa (11/8).

Bukan hanya itu, pihaknya juga tengah menyiapkan kerja sama dengan pihak swasta untuk mempersiapkan tenaga kerja lokal. Dari sisi infrastruktur pendukung, Brampi menjelaskan fokus Pemda saat ini adalah menyiapkan gedung perkantoran serta membangun akses jalan dan jembatan. Melalui kolaborasi dengan pemerintah pusat, akses jalan yang cukup jauh tengah dibuka agar masyarakat di pulau-pulau terkecil bisa terhubung dengan mudah ke pusat kota. 

Kedepan, Brampi menaruh harapan besar pada sinergi program pemerintah pusat serta beberapa pihak yang terlibat. "Pemerintah Pusat dalam menerapkan program-program prioritas itu bisa berkolaborasi dengan Pemda supaya bisa memenuhi kebutuhan-kebutuhan di daerah. Kalau untuk INPEX dan SKK Migas, kolaborasinya juga bisa dilakukan lewat program-program CSR," jelasnya.

Dikutip dari Antara, Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Maluku mengimbau masyarakat, khususnya calon pencari kerja yang ingin terlibat dalam proyek Blok Masela, untuk mewaspadai informasi palsu atau hoaks terkait pelatihan dan rekrutmen tenaga kerja.

Kepala Disnakertrans Provinsi Maluku M. Rizal Latuconsina mengatakan, setiap informasi yang beredar di masyarakat terkait pelatihan maupun rekrutmen tenaga kerja untuk kebutuhan Blok Masela harus terlebih dahulu dikonfirmasi kepada Disnakertrans Maluku atau Dinas Tenaga Kerja di kabupaten/kota masing-masing.

"Saya ingin menginformasikan kepada masyarakat dan calon pencari kerja Blok Masela agar berhati-hati dengan setiap informasi yang saat ini berkembang di masyarakat. Setiap informasi terkait pelatihan maupun rekrutmen tenaga kerja harus dikonfirmasi dan dikoordinasikan dengan Disnakertrans Maluku atau kantor Dinas Tenaga Kerja kabupaten/kota setempat," katanya.

Menurut Rizal, langkah tersebut penting untuk mencegah munculnya korban akibat informasi sesat yang berkaitan dengan rekrutmen tenaga kerja untuk proyek Blok Masela.

Ia mengungkapkan, saat ini terdapat pihak-pihak yang mulai mencatut nama Disnakertrans Maluku dalam informasi mengenai pelatihan atau penerimaan tenaga kerja untuk proyek tersebut.

Gunakan Teknologi Hijau

Anggota Komisi XII DPR Fraksi PDIP, Bambang Wuryanto menegaskan bahwa Blok Masela merupakan tonggak sejarah baru yang akan membangkitkan perekonomian di Kawasan Timur Indonesia secara masif. "Apakah itu akan men-generate ekonomi di wilayah timur? Ya sudah pasti. Karena ini onshore, Pulau Nustual yang menjadi lokasi pelabuhan dan kilang itu bisa jadi kota baru," katanya.

Dari sisi penyerapan tenaga kerja, Bambang mencatat proyek ini akan melibatkan 10.000 hingga 15.000 pekerja pada masa puncak konstruksi (peak season). Ia optimistis bahwa insinyur dan tenaga kerja lokal mampu mengambil peran penting melalui pelatihan yang berkelanjutan. 

"Pasti bisa nanti dengan pelatihan. Tenaga kerja kita akan terserap di sana. Saya optimis untuk itu. Ini adalah proyek yang benar-benar hebat; sudah lama kita tidak punya proyek gas yang cukup hebat setelah Tangguh," jelasnya.

Blok Masela merupakan salah satu PSN hulu migas terbesar di Indonesia yang dioperasikan INPEX Masela Ltd. bersama mitra PT Pertamina Hulu Energi dan Petronas Masela. Proyek ini menyimpan cadangan gas 18,54 TCF dan dirancang memproduksi 9,5 juta ton LNG per tahun, 150 MMSCFD gas pipa untuk kebutuhan domestik, serta 35.000 barel kondensat per hari.

Blok Masela yang kerap dijuluki sebagai "proyek abadi" karena panjangnya masa operasi ini juga memegang peran krusial bagi ketahanan energi nasional. Bambang mengapresiasi komitmen pembagian hasil yang mengutamakan kepentingan domestik layaknya kesuksesan kilang LNG Bontang.

"Di dalam POD (Plan of Development) clear bahwa 40 persen produksi dari Masela ini akan dijadikan untuk memenuhi kebutuhan energi di dalam negeri," tambahnya.

Baca Juga: Menteri ESDM Bahlil Sebut Gas Masela Diprioritaskan untuk Kebutuhan Domestik, Minimal 60 Persen

Terkait implementasi teknologi hijau, Bambang menyambut positif penerapan carbon capture di Blok Masela sebagai langkah yang tepat untuk memenuhi standar lingkungan global. Untuk memastikan kelancaran seluruh target tersebut, DPR berkomitmen melakukan pengawasan secara terukur.

"Nanti kita minta kepada SKK breakdown-nya, Work program and budget-nya (WP&B) kita mintakan. Pengawasannya lewat itu," tutur dia.

 

Participating Interest

Pengamat Energi sekaligus Dosen Senior Universitas Darma Persada, Riki F. Ibrahim menilai dimulainya konstruksi fisik ini mengharuskan pergeseran prioritas dari sekadar urusan perizinan menuju pengelolaan dampak lokal. Menurutnya, mitigasi risiko kini menjadi sangat krusial, terutama dalam mengendalikan inflasi daerah, menekan spekulasi harga tanah, serta menjaga keharmonisan antara pekerja lokal dan pendatang.

Pada puncak konstruksi fisik, Riki memproyeksikan proyek ini akan menyerap 10.000 hingga 15.000 tenaga kerja, sejalan dengan perkiraan awal pemerintah. "Investasi senilai USD 20,94 miliar ini merupakan game changer yang akan mendorong pemerataan ekonomi nasional (east-centric growth). Maluku berpotensi bertransformasi dari wilayah kepulauan berbasis agraris-kebaharian menjadi hub industri energi baru di Kawasan Timur Indonesia," katanya.

Terkait hak kelola Participating Interest (PI) sebesar 10 persen yang diberikan kepada Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), Riki memberikan catatan penting. Ia mengingatkan Pemda agar memastikan BUMD diisi oleh tenaga profesional murni (non-political appointment) di bidang migas.

"Lalu Sovereign Wealth Fund Daerah dengan Membentuk Dana Abadi Daerah (endowment fund) agar hasil migas tidak habis untuk biaya operasional rutin, melainkan diinvestasikan pada sektor produktif seperti pendidikan, kesehatan, infrastruktur untuk jangka panjang," jelasnya.

EDITOR: Estu Suryowati