JawaPos.com - Harga minyak mentah dunia kompak menguat pada penutupan perdagangan Jumat (31/7) akibat meningkatnya kekhawatiran pasar dunia akan pasokan energi global imbas konflik di Timur Tengah.
Melansir Investing kontrak berjangka Brent turun 1,05 poin atau 1,21 persen, menjadi USD 87,93 per barel. Sementara itu, West Texas Intermediate (WTI) naik 3,21 poin atau 3,84 persen, menjadi USD 86,80 per barel.
Melansir Reuters, Harga minyak naik setelah Iran menyatakan telah menghentikan dua kapal yang berusaha keluar dari Selat Hormuz, sehingga meningkatkan kekhawatiran terhadap pasokan energi global menyusul serangan drone terhadap kapal-kapal di sebuah pelabuhan Mesir di kawasan Mediterania pekan ini.
Iran juga mengatakan bahwa empat kapal tanker lainnya berbalik arah setelah pasukannya melakukan intervensi, meskipun laporan tersebut tidak dapat dikonfirmasi secara independen.
Baca Juga: Harga Emas Antam Naik Rp 7.000 per Gram Hari Ini, Tembus Rp 2,728 Juta!
Dua kapal tanker besar yang mengangkut minyak dari Teluk tercatat berhasil melintasi Selat Hormuz, jalur laut sempit yang berada di antara Iran dan Oman, yang biasanya menjadi jalur sekitar seperlima pengiriman energi dunia.
Dua kapal pengangkut komoditas lainnya juga tercatat melintas, menurut data pelacakan kapal dari Kpler, meskipun data tersebut tidak mencakup kapal-kapal yang mematikan transponder saat melewati selat.
Iran telah memblokir sebagian besar pelayaran melalui Selat Hormuz sejak konflik yang telah berlangsung selama lima bulan dimulai. Sementara itu, sekutu Iran, kelompok Houthi di Yaman, bulan ini mulai mengancam Selat Bab el-Mandeb di ujung lain Laut Merah dari Terusan Suez, yang juga merupakan jalur ekspor penting bagi minyak mentah Arab Saudi.
Harga minyak naik lebih dari 1 persen pada hari Jumat. Para pelaku pasar menyebut laporan dari Iran sebagai pemicunya, setelah laporan serupa pada awal pekan yang juga tidak dapat dikonfirmasi.
Kontrak berjangka minyak mentah Brent diperkirakan mencatat kenaikan sekitar 23 persensepanjang bulan Juli, dan para ekonom serta analis yang disurvei Reuters memperkirakan harga minyak masih akan terus meningkat hingga akhir tahun.
Tidak ada laporan mengenai serangan baru Amerika Serikat terhadap Iran pada Jumat dini hari setelah eskalasi besar sebelumnya, ketika Amerika Serikat dan Arab Saudi melancarkan serangan bersama terhadap kelompok-kelompok yang bersekutu dengan Iran di Irak.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan kepada Fox News pada hari Jumat bahwa perang "berjalan dengan baik."
"Yang bisa Anda lakukan hanyalah terus menang, lalu pada akhirnya sesuatu akan terjadi." Ujar Trump.
Namun, ia tidak memberikan rincian lebih lanjut. Dalam rapat kabinet di Camp David pada hari yang sama, Trump mengatakan bahwa ia masih percaya kesepakatan dengan Iran dapat dicapai. Utusan Khusus Steve Witkoff, Jared Kushner, dan Menteri Luar Negeri Marco Rubio disebut terlibat dalam pembicaraan tersebut.
Meski demikian, Trump juga menyatakan bahwa ia mulai kehilangan kepercayaan kepada Iran. "Mereka terlalu sering mengingkari janji,” ucapnya.