JawaPos.com - Harga minyak mentah dunia bergerak naik pada perdagangan Kamis (29/7) setelah kapal tanker minyak terus meninggalkan kawasan Timur Tengah meskipun ketegangan di wilayah tersebut semakin meningkat, dengan perang antara Amerika Serikat dan Iran yang meluas melampaui medan konflik utamanya.
Dilansir Investing, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) naik 0,38 poin atau 0,47 persen menjadi USD 84,09 per barel. Sementara kontrak berjangka minyak mentah Brent 0,40 poin atau 0,48 persen menjadi USD 87,70 per barel.
Dilansir Reuters, sebanyak 39 kapal komoditas melintasi Selat Bab el-Mandeb menuju Laut Merah pada Selasa, jumlah tertinggi sejak 19 Juli, sementara hanya sedikit kapal yang melintasi Selat Hormuz, menurut data awal pelayaran.
"Walaupun volume keseluruhan masih lebih rendah, minyak tetap berhasil keluar dari kawasan tersebut melalui berbagai jalur, dan alternatif lain terus diupayakan. Semakin lama situasi ini berlangsung, semakin besar kemungkinan rute dan metode alternatif tersebut mengurangi pengaruh Iran terhadap Selat Hormuz," kata analis pasar IG, Tony Sycamore dilansir Reuters, Kamis (30/7).
Sebagaimana diketahui, Selat Hormuz merupakan jalur pengiriman minyak paling penting di dunia, yang sebelumnya dilalui sekitar 20 persen dari arus perdagangan minyak dan gas global.
Jalur tersebut sebagian besar telah terblokir sejak dimulainya perang AS-Iran pada Februari, meskipun berbagai upaya diplomatik dilakukan untuk membuka kembali akses pelayaran melalui selat tersebut.
Iran menolak usulan Oman mengenai pengelolaan bersama Selat Hormuz oleh negara-negara kawasan, kata seorang pejabat senior Iran pada Rabu.
Baca Juga: Harga Minyak Dunia Fluktuatif, Bahlil Pastikan Harga BBM dan LPG Subsidi Tidak Naik
Serangan gabungan Amerika Serikat dan Arab Saudi menghantam kelompok paramiliter yang didukung Iran di Irak pada Rabu. Ini merupakan pertama kalinya Arab Saudi secara terbuka bergabung dalam serangan udara AS sebagai balasan atas serangan drone terhadap fasilitas minyak Saudi yang diluncurkan dari Irak.
Serangan tersebut menandai dimulainya kembali operasi militer AS di Timur Tengah setelah Presiden Donald Trump pada akhir pekan membatalkan kampanye pengeboman karena persediaan amunisi yang semakin menipis.
Iran juga menyatakan telah menembaki pangkalan-pangkalan AS di Yordania serta menyerang tiga kapal tanker yang melintasi Selat Hormuz melalui jalur yang disebutnya tidak sah.
Sejumlah sumber mengatakan pada Rabu bahwa Arab Saudi sedang berupaya membentuk koalisi untuk melindungi pelayaran di Laut Merah dari serangan kelompok Houthi.
Kelompok Houthi yang didukung Iran di Yaman pada 20 Juli menyatakan akan memberlakukan blokade laut terhadap Arab Saudi di Laut Merah, memperluas serangan terhadap kapal tanker dan membuka front baru dalam perang Iran dengan tujuan mengganggu pelayaran di Selat Bab el-Mandeb, jalur pelayaran minyak terpenting kedua di dunia.