JawaPos.com - PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling), memperkuat implementasi Carbon Capture and Storage (CCS) dengan melakukan Water Injectivity Test (WIT) perdana di Sumur JTB-156, Lapangan Jatibarang, Pertamina EP Regional 2 Zona 7.
Adapun, implementasi tersebut dilakukan melalui kolaborasi PT Pertamina (Persero), PT Pertamina Hulu Energi (PHE), PT Pertamina EP Regional 2 Zona 7.
VP Business Development Pertamina Drilling, Dedi Damhuri, mengatakan bahwa Pertamina Drilling terus memperkuat dukungan pengembangan CCS/CCUS melalui ICESS atau Integrated CCS/CCUS, Engineering, Supervisory & Services.
“Melalui ICESS, Pertamina Drilling menghadirkan one-stop-service yang menyediakan solusi terintegrasi untuk mendukung pengembangan CCS/CCUS di Pertamina Group,” ujar Dedi dalam keterangan yang diterima, Selasa (21/7).
Dedi mengatakan, WIT menjadi bagian Waterflood Optimization (WFO) menggunakan air hasil pengolahan IPAL Balongan sekaligus mendukung persiapan implementasi CCS di Pertamina Group.
Nantinya, data yang diperoleh akan menjadi dasar pengembangan WFO dan referensi evaluasi kemampuan reservoir menerima injeksi CO₂ pada proyek CCS di masa mendatang.
Baca Juga: BPH Migas Kawal Upaya Pertamina Patra Niaga Sumbagut, Antrean BBM di SPBU Berangsur Terurai
Principle Specialist Upstream Innovation dan Low Carbon Pertamina (Persero), Dewi Mersitarini, menjelaskan pekerjaan WIT menargetkan pemompaan hingga 600 barel air dengan tekanan operasi di bawah fracture pressure dan selesai dalam satu hingga dua hari.
Dewi mengatakan, kolaborasi Pertamina Group pada kegiatan ini menjadi kunci dalam menyiapkan implementasi CCS dan CCUS dengan tetap mengutamakan aspek keselamatan kerja.
“Hasil WIT akan dimanfaatkan sebagai data analog untuk memperkuat evaluasi dan simulasi kemampuan reservoir dalam menerima serta menyimpan CO₂ untuk tujuan penyimpanan permanen maupun upaya peningkatan produksi,” ujar Dewi.
Dewi menyebut, dengan implementasi tersebut maka tingkat keyakinan terhadap kemampuan injeksi dan penyimpanan reservoir akan meningkat sekaligus menurunkan risiko kegagalan operasi yang berdampak pada investasi.