← Beranda
Menteri ESDM Bahlil Tegaskan Proyek Blok Masela Tetap Lindungi Hak Warga
Djati WaluyoJumat, 17 Juli 2026 | 20.31 WIB
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sekaligus Ketua Harian DEN, Bahlil Lahadalia. (dok. DEN)

 

JawaPos.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menegaskan pembangunan pembangunan Proyek Strategis Nasional Lapangan Gas Abadi Blok Masela tetap melindungi hak masyarakat setempat.

Bahlil menyebut bahwa, pemerintah menempatkan masyarakat di sekitar wilayah operasi khususnya di Kepulauan Tanimbar sebagai bagian penting dalam pelaksanaan proyek yang dapat memenuhi kebutuhan energi nasional.

"Kita sudah bicara kepada Pemerintah Daerah Kabupaten, Provinsi, Inpex, dan SKK Migas. Kami ingin proyek yang begini besar dilakukan tanpa kita melupakan hak-hak keseluruhan masyarakat yang ada di Kepulauan Tanimbar," ujar Bahlil dalam acara groundbreaking PSN LNG Abadi Masela, Kamis (16/7).

Bahlil menegaskan, pembangunan Lapangan Gas Abadi Blok Masela harus memberikan manfaat bagi masyarakat dan tidak merugikan warga yang telah mengelola lahan di sekitar lokasi proyek.

Baca Juga: Jangan Asal Panaskan Mobil! 7 Kesalahan Ini Bisa Bikin Mesin Cepat Bermasalah

Untuk itu, pemerintah akan menyiapkan kebijakan kompensasi bagi masyarakat yang telah memanfaatkan lahan secara turun-temurun, termasuk yang berada di kawasan hutan.

"Sekalipun tanah yang dipakai adalah tanah kawasan hutan, namun mereka sudah berkebun secara turun-temurun. Karena itu izinkan tadi saya membuat kebijakan, sudah berang tentu nanti kami akan laporkan dan minta arahan (Presiden) agar mereka diberikan ganti rugi, bukan ganti rugi tapi ganti untung untuk dipergunakan sebaik-baiknya," ujarnya.

Lanjutnya, Kementerian ESDM juga meminta pengelola Blok Masela, Inpex Masela Ltd., bersama pemerintah daerah memperkuat program pelatihan vokasi bagi masyarakat setempat.

Langkah ini dinilai penting agar pemuda asal Kepulauan Tanimbar dan wilayah sekitarnya memiliki keterampilan yang sesuai untuk mengisi berbagai posisi, baik teknis maupun strategis, sejak tahap konstruksi hingga operasional proyek.

Bahlil menyebut, masyarakat yang berada di wilayah terdekat dengan proyek akan menjadi prioritas utama dalam penyerapan tenaga kerja.

"Kami telah bersepakat dengan President & CEO INPEX Corporation Takayuki Ueda bahwa kita akan memprioritaskan masyarakat yang ada di wilayah tier satu dan dua dulu, kalau sudah habis kita ambil dari saudara-saudara kita di Jawa atau di luar negeri. Tapi selama ada di sini, pakai dulu di sini. Jangan sampai anak-anak daerah di sini menganggap investasi masuk, tidak kita memprioritaskan mereka," ujarnya.

Baca Juga: Tutup Matamuda di MAN 19 Jakarta, KemenagTegaskan Murid Tidak Boleh Merasa Takut

Lanjutnya, proyek tersebut juga akan membuka lapangan pekerjaan yang cukup besar bagi masyarakat Indonesia, khususnya di wilayah sekitar proyek PSN LNG Abadi Masela.

“Menciptakan lapangan kerja dengan penyerapan sekitar 12.000 tenaga kerja, tenaga kerja langsung pada masa konstruksi dan sekitar 800 hingga 1.000 pekerja saat operasi” ujarnya.

 

EDITOR: Sabik Aji Taufan