← Beranda
Prabowo Minta Proyek LNG Abadi Masela Untungkan Investor dan Beri Manfaat ke Rakyat
AntaraKamis, 16 Juli 2026 | 23.47 WIB
Presiden RI Prabowo Subianto meresmikan groundbreaking Proyek Strategis Nasional LNG Abadi Masela di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku, secara daring dari Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (16/7/2026). (YouTube Setpres)

JawaPos.com - Presiden Prabowo Subianto meminta Proyek Strategis Nasional (PSN) LNG Abadi Masela dijalankan dengan prinsip saling menguntungkan.

Artinya, investor dalam proyek tersebut harus untung, namun tetap mampu memenuhi tanggung jawab negara kepada rakyat terkait energi.

"Saya tegaskan, jalankan proyek ini dengan sebaik-baiknya atas dasar saling menguntungkan," kata Prabowo saat meresmikan groundbreaking Proyek LNG Abadi Masela secara daring dari Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (16/7) sebagaimana dilansir dari Antara.

Menurut Prabowo, proyek yang telah dinantikan pengembangannya selama hampir tiga dekade itu perlu dikelola secara baik agar semua pihak memperoleh keuntungan.

Baca Juga: Bahlil Ungkap Manfaat Ekonomi Proyek LNG Abadi Masela: Serap 12.000 Tenaga Kerja

Ia mengingatkan, para investor yang menanamkan modal dalam proyek LNG Abadi Masela juga harus memperoleh keuntungan.

Pemerintah Indonesia menjunjung tinggi kehormatan sebagai mitra yang dapat memberikan kepastian dan kepuasan kepada para investor.

"Para investor harus untung. Sekali lagi, sebagai bangsa yang punya harga diri dan kehormatan, kita malu kalau mitra kita tidak puas, kalau mitra kita rugi, kalau mitra kita tidak bahagia," ujar Prabowo.

Meski demikian, Presiden juga menegaskan bahwa pemerintah memiliki tanggung jawab besar terhadap masyarakat Indonesia yang masih menghadapi berbagai kesulitan ekonomi.

Energi yang dihasilkan dari proyek LNG Abadi Masela diperlukan untuk mendukung transformasi bangsa menuju negara modern dan produktif serta memperkuat pengembangan industri nasional.

Baca Juga: Presiden Prabowo Mulai Proyek LNG Abadi Masela usai Tertunda 28 Tahun

"Kita ingin menjadi negara yang modern. Kita ingin menjadi bangsa yang seperti bangsa-bangsa Jepang. Kita ingin menjadi bangsa yang produktif. Kita ingin menjadi bangsa yang menghasilkan produk-produk industri," jelas Prabowo.

Indonesia, tutur Prabowo, memiliki sumber daya yang memadai untuk mencapai tujuan tersebut. Termasuk sumber daya manusia yang dinilai memiliki kapasitas dan kemampuan untuk bersaing.

Peletakan batu pertama proyek ini menandai dimulainya salah satu investasi energi terbesar dalam sejarah Indonesia.

Sekaligus menjadi tonggak penting dalam memperkuat ketahanan energi nasional dan mendorong pemerataan pembangunan hingga kawasan timur Indonesia.

Nilai Investasi Capai USD 20,9 Miliar

Proyek LNG Abadi Masela dikembangkan oleh INPEX Masela Ltd. bersama Pertamina dan Petronas dengan nilai investasi sekitar USD 20,9 miliar.

Baca Juga: Defisit Migas kian Lebar, Ekonom UGM: Indonesia Harus Lepas dari Ketergantungan SDA

Fasilitas tersebut dirancang memiliki kapasitas produksi 9,5 juta ton LNG per tahun (MTPA), menyalurkan gas pipa domestik sebesar 150 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD), serta menghasilkan kondensat sekitar 35.000 barel per hari.

Hingga awal Juli 2026, progres Front End Engineering Design (FEED) telah mencapai 79,56 persen atau melampaui target.

Sementara penyelesaian berbagai perizinan strategis dan desain fasilitas utama terus berjalan menuju Final Investment Decision (FID) pada akhir 2026.

Pemerintah juga memproyeksikan kilang LNG Abadi Masela menjadi salah satu pusat industri energi terbesar di Indonesia timur.

Kehadiran proyek tersebut diharapkan mendorong tumbuhnya industri pendukung, memperluas peluang usaha bagi UMKM, serta membuka lapangan kerja dengan mengutamakan tenaga kerja lokal dari Maluku dan Kabupaten Kepulauan Tanimbar.

Baca Juga: Neraca Dagang Defisit usai 72 Bulan Surplus, Ekonom CORE Soroti Masalah Struktural Migas

Selain memperkuat ketahanan energi nasional, LNG Abadi Masela menjadi proyek LNG pertama di Indonesia yang mengintegrasikan teknologi Carbon Capture and Storage (CCS) sejak tahap pengembangan sebagai bagian dari upaya mendukung transisi energi nasional.

EDITOR: Bayu Putra