← Beranda
OPEC+ Sepakati Kenaikan Produksi, Harga Minyak Mentah Dunia Bergerak Turun
Djati WaluyoSenin, 6 Juli 2026 | 16.22 WIB
Harga minyak dunia

 

JawaPos.com - Harga minyak mentah dunia kompak melemah pada perdagangan Senin (6/7) akibat negara utama OPEC+ sepakat menaikan kuota produksi minyak untuk bulan Agustus 2026, setelah ekspor minyak dari kawasan Teluk Persia mulai pulih menyusul kesepakatan damai sementara antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.

Berdasarkan Investing, harga minyak mentah dunia WTI tercatat turun sebesar 0,05 persen ke level 68,63 dollar per barel, sedangkan harga minyak pada kontrak berjangka Brent turun sebesar 0,23 persen ke level 71,90 dollar per barel.

Dilansir Bloomberg tujuh negara yang dipimpin Arab Saudi dan Rusia sepakat menaikkan target produksi sebesar 188.000 barrel per hari mulai bulan depan. Langkah tersebut merupakan bagian dari rencana organisasi untuk secara bertahap mengembalikan produksi yang sebelumnya dipangkas sejak beberapa tahun lalu.

Dengan begitu maka kenaikan produksi sejak dimulainya perang pada Februari 2026 mencapai 940.000 barel per hari atau setara dengan 1 persen dari permintaan minyak dunia.

Baca Juga: iPad Pro Baru Meluncur pada 2027? Apple Siapkan Chip M7 dan Teknologi Pendingin Canggih

Sementara itu, dilansir Reuters, Raksasa minyak Arab Saudi, Aramco, kembali memuat minyak mentah di terminal Ras Tanura pada Jumat setelah aktivitas tersebut sempat terhenti hampir empat bulan. Langkah itu menjadi bagian dari upaya produsen Timur Tengah mempercepat ekspor minyak dan gas setelah meningkatkan produksi menjelang tercapainya kesepakatan sementara.

"Meski kesepakatan AS-Iran menjadi titik balik bagi pasar minyak, arus pasokan fisik masih terhambat akibat antrean kapal tanker, kerusakan infrastruktur, dan penghentian produksi," kata analis ANZ.

Menurut mereka, dibutuhkan waktu hingga akhir tahun sebelum pasokan kembali mendekati tingkat sebelum konflik.

Aktivitas pemuatan di terminal Ras Tanura tetap berlangsung meski sebuah helikopter milik Aramco jatuh pada Minggu di Ras Tanura, pesisir timur Arab Saudi di Teluk. Kecelakaan tersebut menewaskan 14 warga negara, sementara penyebabnya masih belum diketahui, menurut kantor berita pemerintah.

 

EDITOR: Sabik Aji Taufan