JawaPos.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengakui adanya kendala dalam penyediaan pasokan batu bara dengan kalori menengah untuk kebutuhan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) nasional.
Untuk itu, ia menyebut bahwa pemerintah tengah mencari solusi atas kendala penyediaan batu bara kalori menengah atau 5.200 kcal yang ketersediaannya mulai terbatas secara alami.
“Sampai dengan bulan Juni tadi kita sudah rapat, itu ada kendala memang sedikit terhadap batu bara yang medium, kalori yang 5.200,” ujar Bahlil saat ditemui usai Rapat Koordinasi dengan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Kamis (18/6).
Bahlil menyampaikan bahwa salah satu kendala dalam pemenuhan pasokan batu bara dengan kalori menengah atau dengan kadar 5.200 kkal per kilogram adalah penurunan kualitas batu bara di Indonesia.
Hal ini terjadi karena kecenderungan kadar kalori batu bara nasional yang terus menurun dari waktu ke waktu, sehingga menimbulkan tantangan dalam memenuhi standar kalori yang dibutuhkan untuk pembangkit listrik.
Saat ini, pemerintah tengah berupaya mencari solusi terbaik agar pasokan tetap terjaga tanpa merugikan pengusaha maupun pihak PLN.
“Kita kan tahu bahwa sekarang kan kalori batubara kita ini kan semakin hari semakin rendah. Nah ini yang kita lagi cari solusinya. Tapi secara yang lainnya nggak ada masalah,” ucapnya.
Untuk itu, pemerintah melakukan pembentukan tim pengadaan batu bara kalori sedang dalam rangka mengatasi kendala PT PLN (Persero). Adapun, tim tersebut terdiri dari Kementerian ESDM, PLN, dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).
Baca Juga: ESDM Klaim Implementasi B50 Bisa Menghemat Devisa Rp 157,28 Triliun per Tahun
“Ini dibutuhkan kolaborasi kerja sama dan transparansi termasuk harga. Ini semua dalam rangka pertanggungjawaban moral,” ucapnya. (*)