← Beranda
PLN Perkuat Infrastruktur Listrik untuk Mendukung Pengembangan Data Center AI BDx
Nanda PrayogaRabu, 3 Juni 2026 | 01.25 WIB
Direktur Retail dan Niaga PLN, Adi Priyanto. (Istimewa)

 

JawaPos.com - PT PLN (Persero) memperkuat dukungannya terhadap perkembangan industri pusat data di Indonesia melalui kerja sama strategis dengan PT Starone Mitra Telekomunikasi (BDx Data Centers).

Dalam kolaborasi ini, PLN akan menyediakan infrastruktur kelistrikan dengan kapasitas mencapai 1,2 gigawatt (GW) guna menunjang operasional pusat data berbasis kecerdasan buatan (AI) dan berbagai layanan digital.

Tahap awal kerja sama mencakup penyediaan daya sebesar 788 MVA untuk fasilitas CGK4 yang berlokasi di Jatiluhur, Jawa Barat. Selain itu, PLN juga akan menambah kapasitas pasokan 60 MVA untuk fasilitas CGK3A di Jakarta Selatan, serta mengembangkan jaringan tegangan tinggi berkapasitas 385 MVA guna melayani fasilitas CGK5 di kawasan industri Suryacipta, Jawa Barat.

CEO BDx Indonesia, Agus Hartono Wijaya, menyampaikan penghargaan atas dukungan PLN yang dinilai berperan penting dalam menjaga keandalan operasional pusat data milik perusahaan.

“Kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada PLN yang selama ini telah menjadi mitra strategis dalam mendukung keandalan operasional fasilitas data center milik BDx Indonesia,” ujarnya saat penandatanganan Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (PJBTL) di Kantor PLN Pusat, dikutip Selasa (2/6).

Baca Juga: Transaksi Digital Tembus 14,82 Miliar Kali, Ancaman Fraud AI Jadi Sorotan

Agus menilai kesiapan infrastruktur dan keandalan sistem kelistrikan PLN menjadi faktor penting yang memberikan kepastian bagi perusahaan dalam memperluas kapasitas pusat data di Indonesia.

“Melalui kolaborasi ini, kami dapat membangun infrastruktur yang tangguh dan siap mendukung kebutuhan AI, sekaligus memenuhi permintaan jangka panjang dari perusahaan hyperscaler dan beban kerja digital yang berdaulat,” tambah Agus.

Direktur Retail dan Niaga PLN, Adi Priyanto, mengatakan bahwa PLN telah menyiapkan pasokan listrik yang memadai untuk menopang pertumbuhan industri pusat data, terutama yang memanfaatkan teknologi AI dan diproyeksikan terus berkembang seiring percepatan digitalisasi nasional.

“Pertumbuhan industri data center di Indonesia, khususnya yang berbasis AI, membutuhkan dukungan listrik yang tidak hanya besar secara kapasitas, tetapi juga andal dan stabil. Kami memahami bahwa kepastian energi adalah jantung dari infrastruktur digital ini. Karena itu, PLN siap memastikan BDx Indonesia dapat berekspansi secara optimal,” ujar Adi.

Untuk fasilitas CGK4, penyaluran listrik akan dilakukan dalam tiga tahap pengembangan. Pada fase pertama, kapasitas yang disalurkan mencapai 2 x 150 MVA. Angka tersebut kemudian meningkat menjadi 2 x 265 MVA pada fase kedua dan ditargetkan mencapai 2 x 380 MVA pada fase ketiga.

Sebagai bagian dari penguatan sistem kelistrikan, PLN juga tengah membangun Gardu Induk (GI) Jatiluhur Baru bertegangan 150 kV yang akan menjadi sumber pasokan utama bagi kawasan pusat data BDx di wilayah tersebut.

“PLN juga telah menyiapkan dua line bay khusus pada Gardu Induk tersebut untuk melayani kebutuhan kelistrikan Site CGK4 secara optimal,” tambah Adi.

Baca Juga: Redmi Pad 2 9.7 Resmi Meluncur di Indonesia, Bawa Layar 2K dan Snapdragon 6s Gen 2

Adi menegaskan bahwa kerja sama ini memiliki nilai strategis yang lebih luas daripada sekadar penyediaan energi listrik. Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong investasi dan pertumbuhan sektor teknologi tinggi di Indonesia.

Tidak hanya melayani fasilitas CGK4 di Jatiluhur, PLN juga akan memasok kebutuhan listrik untuk fasilitas CGK3A di Cilandak, Jakarta Selatan, serta CGK5 yang berada di kawasan industri Suryacipta.

“Sinergi ini bukan sekadar jual beli listrik, melainkan kolaborasi strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional melalui investasi di sektor teknologi tinggi. PLN terus bertransformasi menjadi mitra andal bagi seluruh investor digital di tanah air,” tandas Adi.

 

EDITOR: Sabik Aji Taufan