← Beranda
Pertamina NRE Kini Bidik Pengembangan Energi Surya di Bangladesh
Nanda PrayogaMinggu, 17 Mei 2026 | 17.21 WIB
Pertamina NRE kini membidik pasar Bangladesh untuk memperluas portofolio bisnis energi hijau di kawasan Asia. (Istimewa)

 

 

JawaPos.com - Setelah mencatat pengembangan proyek energi terbarukan di Filipina, Pertamina NRE kini membidik pasar Bangladesh untuk memperluas portofolio bisnis energi hijau di kawasan Asia. Langkah ini dilakukan melalui penjajakan pengembangan proyek pembangkit listrik tenaga surya (PLTS), sekaligus mendukung percepatan transisi energi di negara tersebut.

Ekspansi ini dinilai menjadi bagian dari strategi Pertamina NRE dalam memperkuat bisnis energi baru dan terbarukan di tingkat internasional, di tengah meningkatnya kebutuhan energi bersih global dan dorongan menuju target Net Zero Emission.

Direktur Utama Pertamina NRE, John Anis, mengatakan pengembangan proyek energi hijau di Bangladesh berpotensi memperluas jejak internasional perusahaan yang sebelumnya telah berkembang di Filipina.

“Saat ini Pertamina NRE telah memiliki kapasitas instalasi terpasang lebih dari 1 GWp di Filipina dan terus berkembang dengan target mencapai 2,6 GWp pada akhir tahun ini. Pencapaian konkret tersebut menjadi modal penting bagi Pertamina NRE untuk mengembangkan proyek serupa di Bangladesh,” ujar John Anis dalam keterangannya.

Pengembangan tersebut dijajaki bersama Copenhagen Urban Solar Parks BD Ltd (CUSP), perusahaan yang bergerak di sektor energi surya di Bangladesh, melalui Momerandum of Understanding (MoU). Kedua pihak akan mengeksplorasi peluang investasi dan pengembangan proyek energi terbarukan, termasuk potensi kerja sama operasi dan pemeliharaan (operation and maintenance/O&M) pembangkit listrik tenaga surya.

Selain pengembangan proyek, kerja sama juga diarahkan pada studi kelayakan yang mencakup aspek teknis, pasar, bisnis, lingkungan, hukum, hingga risiko proyek. Pertukaran teknologi dan pengetahuan terkait energi terbarukan turut menjadi bagian dari penjajakan tersebut.

John menilai pengembangan bisnis energi hijau di Bangladesh menjadi langkah strategis di tengah situasi global yang penuh ketidakpastian.

“Di tengah situasi global yang penuh dengan ketidakpastian, kolaborasi ini menjadi momentum penting dan langkah strategis bagi pengembangan bisnis energi terbarukan di Indonesia sekaligus mendukung kebutuhan energi bersih yang berkelanjutan di Bangladesh,” katanya.

Sementara itu, Chairman CUSP, Ziaur Rahman, menyebut kolaborasi dengan Pertamina NRE membuka peluang sinergi lebih luas dalam pengembangan energi surya di Bangladesh.

“Kami menyambut baik kolaborasi ini sebagai langkah strategis untuk menghadirkan solusi energi bersih yang inovatif, efisien, dan berdampak positif bagi pembangunan berkelanjutan di Bangladesh,” ujar Ziaur Rahman.

Dukungan terhadap kolaborasi tersebut juga datang dari pemerintah. Direktur Investasi dan Ekonomi Kreatif Kementerian Luar Negeri RI, Roy Wahab, menilai kerja sama itu mencerminkan semakin eratnya hubungan ekonomi Indonesia dan Bangladesh, khususnya dalam sektor investasi hijau dan energi berkelanjutan.

“Kemitraan ini mencerminkan eratnya hubungan bilateral kedua negara, khususnya dalam mendorong investasi hijau dan pengembangan energi berkelanjutan. Saling berbagi pengetahuan dan pengalaman tentu akan memberikan manfaat bagi kedua negara,” kata Roy.

Baca Juga: Lewat Kredit Karbon, Pertamina NRE dan IDXCarbon Gaungkan Gerakan Net Zero untuk Semua

Melalui pengembangan proyek energi surya tersebut, Pertamina NRE dan CUSP berharap dapat mendorong investasi hijau, memperkuat ketahanan energi, sekaligus mendukung upaya percepatan transisi energi global dan target Net Zero Emission Indonesia 2060. (*)

 

 

EDITOR: Dinarsa Kurniawan