← Beranda
Kinerja Amman Mineral Kuartal I 2026 Melesat, Produksi dan Laba Berbalik Positif
Nanda Prayoga• Sabtu, 2 Mei 2026 | 04.15 WIB
Kinerja PT Amman Mineral Internasional Tbk. Kuartal I 2026 Melesat, Produksi dan Laba Berbalik Positif (dok. AMMN)

 

 

JawaPos.com – PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) mencatatkan lonjakan kinerja keuangan dan operasional pada kuartal pertama 2026. Perusahaan kini telah terintegrasi penuh, mulai dari kegiatan pertambangan hingga pemurnian, serta menempati posisi sebagai produsen tembaga dan emas terbesar kedua di Indonesia.

“Kami mengawali tahun 2026 dengan eksekusi yang kuat dan kinerja operasional yang solid di seluruh lini bisnis,” kata Arief Sidarto, Direktur Utama AMMAN dalam keterangannya, Jumat (1/5).

Dari sisi operasional, total material yang ditambang mencapai 56 juta ton, sesuai rencana. Lonjakan signifikan terlihat pada volume bijih segar yang naik drastis menjadi 38 juta ton dari sebelumnya hanya 1 juta ton pada periode yang sama tahun lalu. Kadar logam juga mengalami peningkatan, dengan tembaga mencapai 0,53 persen dan emas 0,54 gram per ton.

Peningkatan ini sejalan dengan pergeseran aktivitas tambang di Fase 8, yang kini telah masuk tahap ekstraksi bijih segar setelah sebelumnya difokuskan pada pengupasan lapisan penutup. Meski demikian, biaya penambangan per unit naik 29 persen secara tahunan menjadi USD 3,25 per ton, dipicu jarak angkut lebih jauh serta kenaikan harga bahan bakar.

Produksi konsentrat turut melonjak hingga 167.792 ton kering, atau naik 110 persen dibandingkan tahun lalu. Produksi tembaga mencapai 101 juta pon dan emas 136.115 ons, masing-masing tumbuh signifikan secara tahunan.

Sementara itu, dari sisi hilirisasi, produksi katoda tembaga tercatat sekitar 27.670 ton dengan tingkat utilitas 50 persen, dan emas murni sebesar 66.209 ons dengan utilisasi 46 persen.

Dari sisi penjualan, AMMN membukukan pendapatan bersih sebesar USD 808 juta. Angka ini ditopang oleh penjualan katoda tembaga sebesar USD 391 juta, emas murni USD 82 juta, serta konsentrat USD 334 juta. 

Kenaikan ini tidak lepas dari izin ekspor konsentrat sementara yang masih berlaku hingga akhir April 2026, serta mulai stabilnya kinerja smelter.

Kinerja keuangan perusahaan pun berbalik positif. EBITDA tercatat sebesar USD 508 juta dengan margin 63 persen, jauh membaik dari posisi negatif pada tahun sebelumnya. Laba bersih mencapai USD 163 juta, berbanding terbalik dari rugi USD 138 juta pada periode yang sama 2025.

Di sisi belanja modal, perusahaan mencatat penurunan signifikan menjadi USD 114 juta, turun 68 persen secara tahunan, mencerminkan hampir rampungnya proyek ekspansi utama. 

Sementara itu, total utang tercatat USD 6,48 miliar dengan posisi kas USD 815 juta, sehingga utang bersih berada di kisaran USD 5,66 miliar. Struktur jatuh tempo utang disusun lebih panjang untuk menopang ekspansi jangka panjang.

Secara keseluruhan, kinerja kuartal pertama ini menunjukkan pemulihan kuat AMMN, seiring peningkatan produksi, optimalisasi hilirisasi, serta membaiknya harga komoditas global.

EDITOR: Estu Suryowati