JawaPos.com — Perubahan iklim, serangan hama, dan penyakit tanaman menjadi tantangan yang harus dihadapi petani untuk menjaga produktivitas pertanian.
Di tengah kondisi tersebut, akses terhadap informasi cuaca, teknik budidaya, dan penanganan masalah tanaman menjadi salah satu faktor penting dalam pengambilan keputusan di lapangan.
Pemanfaatan teknologi digital menjadi salah satu upaya untuk memperluas akses petani terhadap informasi tersebut.
Salah satunya melalui Farmrise, platform digital yang diperkenalkan Bayer Indonesia.
Platform ini menyediakan sejumlah fitur terkait kegiatan pertanian, mulai dari materi pembelajaran budidaya, informasi cuaca, hingga pemeriksaan keaslian produk.
Pengembangannya juga direncanakan mencakup fitur berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) untuk membantu mengidentifikasi permasalahan tanaman.
Customer Experience Direct to Farmer Manager Bayer Crop Science Indonesia dan Malaysia Auzan Baiquni mengatakan, pemanfaatan teknologi perlu diikuti dengan ketersediaan informasi yang tepercaya dan sesuai dengan kondisi di lapangan.
“Petani Indonesia semakin terbuka terhadap inovasi dan teknologi. Agar manfaatnya optimal, mereka membutuhkan informasi tepercaya, relevan, dan sesuai dengan kondisi di lapangan,” kata Auzan, dikutip Jumat (23/10).
Akses Informasi Jadi Tantangan
Berdasarkan Sensus Pertanian 2023 Badan Pusat Statistik (BPS), Indonesia memiliki lebih dari 6,18 juta petani milenial berusia 19–39 tahun, atau sekitar 21,93 persen dari total petani nasional.
Data tersebut menunjukkan adanya kelompok petani usia produktif yang berpotensi memanfaatkan teknologi digital dalam kegiatan usaha tani.
Meski demikian, akses terhadap informasi digital tidak serta-merta menyelesaikan persoalan pertanian.
Informasi yang tersedia perlu dipastikan akurat, mudah dipahami, dan sesuai dengan kondisi tanaman maupun lingkungan setempat agar dapat menjadi dasar pengambilan keputusan.
Dalam konteks tersebut, platform digital dapat menjadi sarana pendukung pembelajaran dan pendampingan petani.
Namun, efektivitasnya tetap bergantung pada kemudahan penggunaan, kualitas informasi, serta kesesuaiannya dengan kebutuhan petani di lapangan.
Menurut Auz juga dikembangkan untuk melengkapi pendampingan melalui komunitas SOBAT Bayer dan program Better Life Farming.
Melalui pendekatan komunitas, petani dapat berbagi pengalaman dan pengetahuan terkait praktik budidaya, sementara platform digital menyediakan akses informasi yang dapat dijangkau melalui perangkat digital.
Auzan mengatakan, pemanfaatan teknologi perlu berjalan beriringan dengan peningkatan kemampuan petani dalam memahami dan menerapkan pengetahuan pertanian.
“Kami meyakini bahwa kemajuan pertanian tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga pada kemampuan petani untuk mengakses dan memanfaatkan pengetahuan secara mudah, cepat dan terpercaya dalam mengambil keputusan sehari-hari,” tutup Auzan.