← Beranda
2 Tahun Prabowo-Gibran, Serba-serbi Heboh Kopdes Merah Putih
Syahrul Yunizar• Kamis, 22 Oktober 2026 | 13.00 WIB
MENUAI SOROTAN: Bangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Langgenharjo, Margoyoso, Pati, yang berada di tengah tambak. (Andre Faidhil Falah /Radar Pati)

 

JawaPos.com - Sebagai salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto, program Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP) terus bergulir. Sejak pertama kali diungkap dalam Rapat Terbatas (Ratas) pada 3 Maret 2025, pembangunan koperasi dilakukan di berbagai daerah. Tidak sedikit diantaranya menuai polemik. 

Utamanya beberapa gerai KDKMP atau Kopdes Merah Putih yang dinilai tidak umum oleh publik. Mulai gerai yang berada jauh dari permukiman warga, di atas bukit, hingga di antara tempat pemakaman umum.

Ragam sorotan atas pembangunan gerai Kopdes Merah Putih tersebut terangkum dalam beberapa pemberitaan di JawaPos.com maupun media grup Jawa Pos.

Tidak hanya itu, pembangunan gerai-gerai Kopdes Merah Putih tersebut turut menjadi sorotan publik karena bermunculan di media sosial (medsos) hingga akhirnya viral. Berdasar catatan, bukan satu atau dua kali pembangunan gerai Kopdes Merah Putih yang dinilai janggal oleh publik ramai di medsos.

Berdiri di Tengah-tengah Lokasi Tambak

Pada Juli 2026, bangunan Kopdes Merah Putih di Langgenharjo, Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati, menuai sorotan publik. Sebab bangunan tersebut, tidak berada di keramaian, melainkan di tengah-tengah lokasi tambak. Menurut Kepala Desa Langgenharjo Rustamaji, penentuan lokasi pembangunan telah melalui mekanisme musyawarah desa (musdes).

Tidak hanya itu, lokasi tersebut sudah disetujui oleh masyarakat serta unsur Pemerintah Desa (Pemdes) Langgenharjo. Dikutip dari pemberitaan Radar Pati (Jawa Pos Group), seluruh proses penetapan lokasi dilakukan sesuai prosedur. Dia menyatakan,  tidak pernah ada persoalan dalam pelaksanaan pembangunan Kopdes Merah Putih tersebut. 

"Penempatan lokasi KDMP sudah melalui prosedur musyawarah desa dan disepakati bersama masyarakat. Jadi, pada prinsipnya tidak ada masalah dalam penetapan lokasi tersebut," kata Rustamaji. 

Menurut dia, lokasi pembangunan gerai KDMP tersebut semula direncanakan berada di area lapangan voli di desa tersebut. Namun dalam musyawarah bersama, warga mengusulkan agar lapangan tetap dipertahankan sebagai fasilitas olahraga masyarakat. Atas dasar kesepakatan itu, lokasi pembangunan kemudian dipindahkan ke tempat yang digunakan saat ini. Yakni lahan tambak.

"Sehingga kami memindahkan lokasi pembangunan, agar fasilitas olahraga tetap bisa dimanfaatkan," ujarnya.

Rustamaji menjelaskan bahwa KDMP itu memang berada di kawasan tambak. Namun tempatnya bersebelahan dengan Embung Langgenharjo yang dikelola Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Juwana. Menurut dia, kawasan tersebut cukup ramai dengan berbagai aktivitas masyarakat, seperti memancing, berolahraga, hingga kegiatan ekonomi lain.

Bangunan Kopdes Merah Putih dekat TPU

Lain dengan Kopdes di Pati, Kaltim Post (Jawa Pos Group) memuat berita pembangunan KDMP di Jalan Abdul Wahab Syahranie, Kelurahan Sempaja Barat, Kecamatan Samarinda Utara yang dinilai kurang ideal. 

Bangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) yang didirikan di Jalan Abdul Wahab Syahranie, Kelurahan Sempaja Barat, Kecamatan Samarinda Utara. Berdiri hanya berjarak sekitar lima meter dari Taman Makam Abadi Sempaja. (RAMA SITOHANG / KALTIM POST)
Bangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) yang didirikan di Jalan Abdul Wahab Syahranie, Kelurahan Sempaja Barat, Kecamatan Samarinda Utara. Berdiri hanya berjarak sekitar lima meter dari Taman Makam Abadi Sempaja. (RAMA SITOHANG / KALTIM POST)

 

Bukan masalah bangunannya, melainkan lokasi pembangunan gerai tersebut. Ya, letaknya berada di area Tempat Pemakaman Umum (TPU). Jarak antara kopdes tersebut dengan TPU hanya terpisah 5 meter saja. 

Tak pelak, pembangunan gerai Kopdes Merah Putih di dekat kuburan itu menjadi sorotan warga. Maringan Brutu, 65 tahun, warga sekitar, mengaku menyambut baik keberadaan koperasi karena dapat memudahkan warga memperoleh kebutuhan pokok.

"Supaya tidak perlu belanja jauh-jauh lagi. Biasanya saya ke Pasar Segiri. Mudah-mudahan koperasi ini bisa membantu," harapnya.

Namun demikian, Maringan mengaku sempat bertanya-tanya alasan pemerintah membangun gerai kopdes tersebut di area pemakan. Sejauh ini memang tidak ada perlawanan atau suara sumbang disamapaikan. Namun tetap saja keputusan itu menjadi pertanyaan. 

"Saya juga kurang tahu kenapa dibangun dekat pemakaman. Idealnya kan dekat permukiman yang padat penduduk," ujarnya.

Pandangan serupa disampaikan oleh Fitri. Menurut dia  masyarakat tidak pernah mendapat informasi sebelumnya mengenai pembangunan gerai Kopdes Merah Putih tersebut. Mereka hanya tahu akan didirikan koperasi. 

"Tapi kalau lokasinya di samping pemakaman memang kurang ideal. Mungkin memang tidak ada tempat lain," ujarnya. 

Kopdes Merah Putih di Seberang Saluran Irigasi

Pembangunan gerai Kopdes Merah Putih di Desa Mlilir, Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan yang terus dikebut juga menjadi sorotan. Lokasi pembangunan koperasi yang berada di lahan bekas pasar desa di seberang saluran irigasi jadi penyebabnya.

Kawasan itu dipilih karena berada di jalur yang strategis dan menjadi satu-satunya aset desa yang dinilai layak untuk pembangunan gerai koperasi. Menurut Kepala Desa Mlilir Muhammad Khambali menegaskan, pemilihan lokasi dilakukan sesuai mekanisme yang berlaku.

DIKEBUT: Pembangunan akses menuju KDMP Mlilir terus dikebut (RADAR KUDUS)
DIKEBUT: Pembangunan akses menuju KDMP Mlilir terus dikebut (RADAR KUDUS)

 

Penetapan lokasi telah melalui Musyawarah Desa (Musdes), mendapat persetujuan bersama, serta dilengkapi Surat Pernyataan Persetujuan Kepala Desa. 

"Ini merupakan aset desa dan dipilih berdasarkan hasil Musdes. Semua proses sudah sesuai prosedur yang berlaku," ujarnya dikutip dari Radar Kudus (Jawa Pos Group).

Untuk mendukung kelancaran pembangunan sekaligus operasional koperasi nantinya, Pemerintah Desa Mlilir bersama pelaksana proyek juga membangun jembatan permanen menuju lokasi gerai. Sebelumnya, akses menuju lokasi hanya mengandalkan jembatan anyaman bambu yang kondisinya mulai rapuh.

"Selama ini mobilisasi material menggunakan jembatan bambu. Karena kondisinya sudah rapuh, sekarang dibangun jembatan yang lebih kokoh dan permanen," ucap Khambali.

2 Gerai Kopdes Berhadap-Hadapan

Beberapa bulan lalu, viral di media sosial 2 bangunan Kopdes Merah Putih di Kecamatan Eromoko, Jawa Tengah (Jateng) yang berdiri berseberangan dan saling berhadap-hadapan. Video yang beredar di Instagram hingga TikTok itu ramai diperbincangkan dan menimbulkan pelbagi pertanyaan dari warganet.

Berdasar penelusuran Radar Solo (Jawa Pos Group), gedung Kopdes Merah Putih yang berhadap-hadapan tersebut berada di Desa Sindukarto dan Desa Sumberharjo. Pantauan di lokasi pada awal Mei lalu,  kedua gedung itu nampak sepi. Tidak terlihat ada aktivitas di kedua gedung yang dari luar punya desain kembar tersebut.

Warga setempat mengatakan, gedung Kopdes itu selesai dibangun sekitar pertengahan Februari 2026. Bangunan tersebut  menempati lahan tegalan yang dinilai kurang produktif. Warga mengaku tidak tahu secara pasti pertimbangan pemerintah sehingga 2 bangunan KDMP berdiri berhadapan.

"Yang jelas bangunan sudah berdiri saat ini. Itu di perbatasan desa, jalur utama Wonogiri-Pracimantoro. Jalan itu pembatasnya," kata warga setempat. 

 

Kopdes Merah Putih di Desa Gandongan dan Desa Mampir di Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, saling berdempetan. (Azis/Radar Bogor)
Kopdes Merah Putih di Desa Gandongan dan Desa Mampir di Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, saling berdempetan. (Azis/Radar Bogor)

Saat ditanyai, Kepala Desa Sindukarto Erianto mengaku tidak ada rencana kopdes di desanya ditempatkan berhadap-hadapan dengan kopdes di Desa Sumberharjo. Dia juga mengaku kaget saat mengetahui letak KDMP desanya berseberangan dengan KDMP Desa Sumberharjo.

"Tidak ada niatan diletakkan berhadap-hadapan," ujarnya.

Erianto menyatakan bahwa tidak ada opsi lokasi lain di desanya untuk pembangunan gerai Kopdes Merah Putih. Yang tersedia hanyalah titik tersebut. Sehingga pembangunan dilakukan di lokasi itu.

"Itu di Dusun Song Putri. Kita tahunya saat ada survei lokasi oleh Babinsa. Babinsa desa kami tahunya ada koperasi lain," imbuhnya.

Kopdes Merah Putih di Lereng Gunung Prahu

Belum lama ini, bangunan Kopdes Merah Putih di lereng Gunung Prahu menjadi perhatian luas. Dalam video yang beredar di publik, bangunan itu tertutup oleh persawahan sehingga dinilai tidak strategis.

Setelah dicek, lokasi pembangunan kopdes tersebut berada tepat di depan gerbang basecamp pendakian Gunung Prahu via Campurejo. Tepatnya di tepi jalan utama yang menghubungkan sejumlah dusun di Desa Campurejo.

Menurut Penjabat (Pj) Kepala Desa Campurejo Nugrah Isnaniawan, penentuan lokasi pembangunan telah melalui Musyawarah Desa (Musdes) yang berlangsung pada 6 Januari 2026. 

Dalam forum tersebut, seluruh peserta menyepakati penggunaan tanah kas desa sebagai lokasi pembangunan koperasi. Hasil Musdes menetapkan tanah kas desa berupa bengkok kepala desa seluas 1.000 meter persegi sebagai lokasi pembangunan kopdes.

"Lokasi itu aset milik Pemerintah Desa Campurejo dengan status peruntukan untuk KDMP," kata dia.

Lahan tersebut memiliki alas hak Sertifikat Hak Pakai Nomor 00071 atas nama Pemerintah Desa Campurejo. Sehingga, pemanfaatannya sebagai gerai Kopdes Merah Putih telah sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

"Tanah itu dengan alas hak Sertifikat Hak Pakai Nomor 00071 atas nama Pemdes Campurejo, atau C Desa Nomor 2 Persil D IV Kelas 55, status peruntukan lahannya untuk KDMP Desa Campurejo. Jadi ini sudah sah," jelasnya.

Pemerintah Desa Campurejo menegaskan, pembangunan gerai kopdes di titik itu merupakan hasil kesepakatan masyarakat. Tidak hanya menetapkan lokasi, melainkan juga membahas jenis usaha koperasi, skema permodalan, hingga susunan pengurus. 

EDITOR: Estu Suryowati