← Beranda
Tekan Emisi Logistik, Armada Kendaraan Ekspedisi Listrik Mulai Diperbanyak
Ryandi Zahdomo• Kamis, 22 Oktober 2026 | 01.04 WIB
DHL Express Indonesia resmi menambah 30 unit kendaraan listrik Wuling Mitra EV Blind Van Long Range ke dalam armada operasionalnya. (Istimewa)

JawaPos.com - DHL Express Indonesia resmi menambah 30 unit kendaraan listrik Wuling Mitra EV Blind Van Long Range ke dalam armada operasionalnya.

Langkah ini diambil untuk mendukung aktivitas pengiriman rendah emisi sekaligus memperkuat konektivitas rantai pasok di empat kota besar Tanah Air.

Penambahan armada listrik tersebut ditandai dengan seremoni serah terima kendaraan yang berlangsung di fasilitas DHL Express Indonesia di Halim, Jakarta.

Baca Juga: Survei Global: 91 Persen Pelajar Indonesia Khawatir AI Bikin Belajar Kurang Mendalam

Sebanyak 20 unit kendaraan listrik baru ini akan beroperasi di wilayah Jakarta. Sementara itu, delapan unit akan ditempatkan di Surabaya, serta masing-masing satu unit melayani kawasan Bandung dan Semarang.

Langkah ini dilakukan seiring makin eratnya perdagangan internasional dan tingginya perhatian pelaku usaha terhadap dampak lingkungan. 

Berdasarkan DHL Global Connectedness Report 2026, Indonesia memiliki jaringan perdagangan yang kokoh dengan negara mitra seperti Tiongkok, Singapura, dan Amerika Serikat.

Di saat bersamaan, laporan DHL Globalization Tracker merekam penguatan perdagangan intra-Asia yang membuka peluang besar bagi pasar domestik.

Baca Juga: Prediksi Skor Sporting CP vs LASK Linz: Tuan Rumah Incar Kemenangan Ketiga di Liga Champions

Dorongan ini beriringan dengan riset industri yang menunjukkan hampir tiga perempat organisasi di Indonesia telah mengalokasikan anggaran khusus untuk program lingkungan.

Senior Technical Advisor DHL Express Indonesia, Ahmad Mohamad, menjelaskan bahwa kehadiran armada baru ini menjadi jawaban atas ekspektasi pelanggan global yang menginginkan operasional bisnis ramah lingkungan.

"Kehadiran kendaraan listrik ini membantu kami mengurangi emisi dari aktivitas pengiriman sekaligus memperkuat kemampuan kami dalam mendukung pelanggan yang terlibat dalam perdagangan internasional," ujar Ahmad Mohamad.

Ahmad menambahkan, penambahan armada ini merupakan komitmen nyata perusahaan dalam menghadirkan layanan logistik berefisiensi tinggi.

"Penambahan armada ini merupakan langkah nyata dalam membangun operasional logistik dengan emisi yang lebih rendah di Indonesia, tanpa mengurangi kecepatan, keandalan, dan konektivitas layanan yang dibutuhkan pelanggan," tegasnya.

Pemanfaatan transportasi darat berbasis listrik menjadi kunci utama penyedia jasa logistik dalam menekan emisi hingga ke tahap pengiriman akhir (last-mile).

Baca Juga: Seskab Teddy dan Mentan Amran Berkinerja Baik di Survei 2 Tahun Prabowo-Gibran

Penempatan unit kendaraan listrik di luar Jakarta juga menjadi langkah strategis menyikapi diversifikasi rantai pasok di kota penopang seperti Surabaya dan Semarang.

Vice President of Wuling Motors, Arif Pramadana, menyambut positif kepercayaan yang diberikan DHL Express terhadap produk kendaraan komersial listrik Wuling.

"Ini menjadi salah satu bentuk kolaborasi kedua perusahaan dalam menghadirkan solusi mobilitas yang dapat mendukung kebutuhan operasional bisnis," kata Arif Pramadana.

Dengan tambahan 30 unit baru ini, DHL Express Indonesia kini mengoperasikan total 58 kendaraan listrik dari keseluruhan 261 armada operasional di berbagai wilayah Indonesia.

Baca Juga: Delegasi CACC 2026 Minta Pemerintah Indonesia Hentikan Alih Fungsi Hutan dan Lahan Gambut di 3 Pulau

Di tingkat regional Asia Pasifik, DHL Express telah mengoperasikan lebih dari 1.400 kendaraan listrik untuk layanan penjemputan dan pengantaran paket.

Penguatan armada ini sejalan dengan target global DHL Group untuk mencapai net-zero greenhouse gas emissions pada tahun 2050. Perusahaan menargetkan lebih dari 66 persen armada first-mile dan last-mile mengadopsi teknologi listrik, serta meningkatkan penggunaan Sustainable Aviation Fuel (SAF) hingga di atas 30 persen pada tahun 2030.

EDITOR: Bintang Pradewo