← Beranda
IHSG Diprediksi Melemah, MNC Sekuritas Rekomendasikan BBCA, ICBP, TINS, dan VKTR
Djati Waluyo• Jumat, 16 Oktober 2026 | 15.09 WIB
Pekerja berdiri di dekat layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa . (Hanung Hambara/Jawa Pos)

JawaPos.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan akan kembali melemah pada perdagangan Jumat (16/10), setelah ditutup melemah sebesar 1,33 persen ke level 5,863 pada perdagangan Kamis (15/10).

MNC Sekuritas dalam risetnya memperkirakan posisi IHSG sedang berada pada bagian dari wave v dari wave a dari wave (x) pada label hitam, sehingga dapat diwaspadai akan adanya koreksi ke rentang 5,744-5,794. Best case, IHSG berpeluang menguat dahulu ke rentang 5,864-5,883.

Adapun, posisi support IHSG saat ini berada di rentang 5,887 - 5,744 sedangkan resistance di level 6,216-6,296.

MNC Sekuritas merekomendasikan empat saham yang menarik dicermati investor pada perdagangan Kamis (15/10), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), PT Timah Tbk (TINS), dan PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR).

Keempat saham tersebut direkomendasikan dengan strategi Trading Buy dan Buy on Weakness, dengan target harga serta batas risiko yang perlu diperhatikan investor.

Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) direkomendasikan dengan strategi Trading Buy. Saham BBCA sebelumnya terkoreksi 0,82 persen ke level 6.075, tetapi masih didominasi oleh volume pembelian. Meski demikian, pergerakannya belum mampu menembus MA20.

MNC Sekuritas memperkirakan posisi BBCA saat ini sedang berada pada bagian awal dari wave (b) dari wave [y]. Investor dapat menerapkan strategi Trading Buy pada kisaran 5.950–6.025, dengan target harga 6.225 dan 6.350 serta stop loss di bawah 5.850.

Selanjutnya, saham PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) direkomendasikan dengan strategi Buy on Weakness. Saham ICBP sebelumnya terkoreksi 0,71 persen ke level 6.950 dan masih didominasi oleh tekanan jual, meskipun volumenya cenderung mengecil.

MNC Sekuritas memperkirakan posisi ICBP saat ini sedang berada pada bagian dari wave (ii) dari wave. Investor dapat menerapkan strategi Buy on Weakness pada kisaran 6.825–6.900, dengan target harga 7.125 dan 7.275 serta stop loss di bawah 6.750.

Berikutnya, saham PT Timah Tbk (TINS) direkomendasikan dengan strategi Buy on Weakness. Saham TINS sebelumnya terkoreksi 3,25 persen ke level 4.170 dan masih didominasi oleh tekanan jual yang meningkat.

MNC Sekuritas memperkirakan posisi TINS saat ini sedang berada pada bagian dari wave dari wave 4. Investor dapat menerapkan strategi Buy on Weakness pada kisaran 3.900–4.110, dengan target harga 4.320 dan 4.580 serta stop loss di bawah 3.860.

Sementara itu, saham PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) direkomendasikan dengan strategi Buy on Weakness.

Saham VKTR sebelumnya terkoreksi 12 persen ke level 440 dan masih didominasi oleh tekanan jual yang meningkat.

MNC Sekuritas memperkirakan posisi VKTR saat ini sedang berada pada bagian dari wave (3) dari wave. Investor dapat menerapkan strategi Buy on Weakness pada kisaran 408–430, dengan target harga 462 dan 494 serta stop loss di bawah 390.

EDITOR: Dony Lesmana Eko Putra