← Beranda
White Paper Jadi Data Akurat Kontribusi Industri Event untuk Perekonomian Nasional
Ilham Safutra• Selasa, 13 Oktober 2026 | 05.23 WIB
Kota Tua Jakarta 'Menyala'! Video Mapping dan Konser Band Meriahkan Malam Imlek 2026. (Ryandi Zahdomo/JawaPos.com)

 

JawaPos.com - Kontribusi nilai ekonomi industri event di Indonesia belum diketahui secara pasti. Alasannya, belum ada instrumen yang dapat menghitung nilai kontribusi ekonominya secara akurat. 

Untuk itu para pelaku industri event di Indonesia kini tengah menyiapkan instrumen pengukuran untuk mengetahui kontribusi industri event terhadap perekonomian nasional. Instrumen itu tertuang dalam white paper industri event.

Rancangan white paper itu digarap di Event Economic Calculator dalam Indonesia Event Management Summit (IVES) 2026 yang dijadwalkan pada November mendatang. 

Harryadin Mahardika salah satu inisiator Event Economic Calculator mengatakan, pelaku industri berupaya menghasilkan data yang objektif dan dapat dipertanggungjawabkan sebagai dasar penyusunan white paper mengenai dampak ekonomi penyelenggaraan event. Instrumen itu dikembangkan untuk menjawab kebutuhan industri terhadap data yang secara khusus mengukur kontribusi kegiatan event.

“Tujuan Event Economic Calculator adalah agar kita bisa mendapatkan data yang objektif dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Harryadin kepada wartawan pada Senin (12/10).

Baca Juga: Teknologi Ubah Wajah Industri Event, Registrasi QR Code hingga Interaksi Digital Jadi Tren Baru

Menurut Harryadin, berbagai institusi yang seperti Badan Pusat Statistik (BPS), pemerintah daerah, dan kementerian belum mengukur aspek industri event secara langsung dan spesifik. Sebagian data yang tersedia merupakan data turunan yang belum tentu dirancang untuk menjawab kebutuhan pengukuran industri tersebut.

Sementara itu, Event Economic Calculator dirancang sebagai dasar penyusunan white paper yang didukung data dan analisis akurat. Dengan pendekatan tersebut pengukuran diharapkan tidak lagi hanya mengandalkan proksi atau estimasi, tetapi mampu menghasilkan angka agregat yang menggambarkan kontribusi industri event terhadap perekonomian Indonesia.

“Namun, untuk menghasilkan white paper yang memiliki dasar data dan analisis akurat, kita terlebih dahulu membangun sebuah kalkulator untuk industri event di Indonesia,” kata Harryadin.

Dalam pelaksanaannya, pengumpulan data direncanakan mencakup event yang diselenggarakan oleh anggota asosiasi terkait. Proses pengukuran akan menggunakan metodologi penelitian yang diawasi oleh komite dan dilengkapi pemeriksaan silang untuk menjaga validitas data.

Baca Juga: Raperda KTR DKI Ancam Industri Event, Nilai Ekonomi Triliunan Rupiah Terancam

Harryadin menambahkan, pengawasan tersebut diperlukan untuk mencegah penggelembungan angka maupun penyalahgunaan data. Dengan mekanisme itu, hasil pengukuran diharapkan lebih objektif dan dapat mewakili industri secara keseluruhan.

“Proses pengisian data juga akan diawasi dan melalui pemeriksaan silang (cross-check) untuk memastikan tidak ada angka yang digelembungkan atau disalahgunakan,” ujarnya.

Karakter industri event yang kolaboratif menjadi salah satu faktor pendukung pengembangan instrumen tersebut. Keterbukaan anggota asosiasi untuk berbagi data memungkinkan keterkaitan antara satu kegiatan dan kegiatan lainnya dianalisis, sehingga kontribusi industri dapat dihitung secara lebih menyeluruh.

“Namun, industri event memiliki karakter yang unik karena sangat kolaboratif. Oleh sebab itu, data justru perlu dibagikan dan ditunjukkan agar kita bisa melihat keterkaitan antara satu kegiatan dan kegiatan lainnya,” kata Harryadin.

Di tempat lain, Ketua Umum Backstagers Indonesia Andro Rohmana Putra turut mendorong pengukuran dampak sebagai bagian dari agenda IVES 2026. 

Dia menilai industri event perlu menunjukkan kontribusinya melalui data yang terukur, sejalan dengan tantangan peningkatan profesionalitas dan standardisasi.

Sementara itu, Kabid Industri Pariwisata, Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta, Ifan mengaku sangat terbantu dengan adanya program tersebut.

Dia meyakini program Event Economic Calculator akan sangat membantu Pemprov DKI.

EDITOR: Ilham Safutra