← Beranda
IHSG Berpotensi Lanjut Koreksi, Cek Level Support dan Rekomendasi Saham Hari Ini
Djati Waluyo• Selasa, 22 September 2026 | 14.19 WIB
Ilustrasi pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

 

JawaPos.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan masih berpotensi berpotensi koreksinya pada perdagangan Selasa (22/9), setelah ditutup melemah sebesar 0,88 persen ke level 6,384 pada perdagangan Senin (21/9).

MNC Sekuritas dalam risetnya memperkirakan posisi IHSG masih berada pada bagian dari wave iv dari wave (c) pada label hitam sehingga IHSG masih rawan menguji kembali 6,290-6,370.

Namun, selama IHSG masih mampu berada di atas 6,370 maka masih terdapat peluang IHSG menguat ke rentang 6,541-6,581. Adapun, posisi support IHSG saat ini berada di rentan 6,371-6,279 sedangkan resistance di level 6,585-6,633.

MNC Sekuritas merekomendasikan sejumlah saham yang menarik untuk dicermati pada perdagangan Selasa (22/9), yakni PT Astra International Tbk (ASII), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI), PT Darma Henwa Tbk (DEWA), dan PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA).

Saham PT Astra International Tbk (ASII) direkomendasikan dengan strategi Trading Buy. Saham ASII sebelumnya terkoreksi ke level 4.820 dan disertai dengan munculnya volume pembelian, namun masih tertahan oleh MA20.

MNC Sekuritas memperkirakan, posisi ASII saat ini sedang berada di awal wave [c] dari wave B pada label hitam. Investor dapat menerapkan strategi Trading Buy pada kisaran 4.790-4.820, dengan target harga 4.990 hingga 5.200 dan stop loss di bawah 4.770.

Selanjutnya, saham PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) direkomendasikan dengan strategi Buy on Weakness. Saham BBNI sebelumnya terkoreksi 0,82 persen ke level 3.620 dan masih didominasi oleh tekanan jual. Namun, koreksi tersebut tertahan oleh MA60.

MNC Sekuritas memperkirakan, posisi BBNI saat ini sedang berada pada bagian dari wave (c) dari wave [b]. Investor dapat melakukan strategi Buy on Weakness pada kisaran 3.440-3.550, dengan target harga 3.720 hingga 3.880 dan stop loss di bawah 3.400.

Berikutnya, saham PT Darma Henwa Tbk (DEWA) direkomendasikan dengan strategi Buy on Weakness. Saham DEWA sebelumnya terkoreksi 1,62 persen ke level 364 dan masih didominasi oleh tekanan jual.

MNC Sekuritas memperkirakan, posisi DEWA saat ini sedang berada pada bagian dari wave C dari wave (B). Investor dapat melakukan strategi Buy on Weakness pada kisaran 334-352, dengan target harga 396 hingga 434 dan stop loss di bawah 326.

Sementara itu, saham PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) direkomendasikan dengan strategi Buy on Weakness. Saham HRTA sebelumnya terkoreksi 3,18 persen ke level 2.130 dan disertai dengan munculnya tekanan jual.

Baca Juga: IHSG Masih Loyo, Ini 4 Saham Pilihan IPOT yang Berpotensi Cuan

MNC Sekuritas memperkirakan, posisi HRTA saat ini sedang berada pada bagian dari wave (c) dari wave [a] pada label hitam. Investor dapat melakukan strategi Buy on Weakness pada kisaran 2.040-2.100, dengan target harga 2.250 hingga 2.380 dan stop loss di bawah 2.000.

 

EDITOR: Kuswandi