JawaPos.com - Injourney menggandeng sejumlah pihak melaksanakan inspeksi lintasan Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika untuk memastikan kesiapan langsung penyelenggaraan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026.
Persiapan tersebut tidak hanya difokuskan kepada kelancaran ajang balap internasional, tetapi juga mendorong dampak ekonomi dan pariwisata bagi masyarakat Nusa Tenggara Barat (NTB).
Adapun, dalam memastikan kesiapan pelaksanaan event internasional tersebut, Injourney mengajak PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney Tourism Development Corporation (ITDC), Mandalika Grand Prix Association (MGPA), Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), dan sejumlah stakeholder.
Direktur Utama InJourney, Maya Watono, mengatakan, Pertamina Grand Prix of Indonesia bukan sekedar event olah raga internasional, tetapi merupakan katalis bagi pertumbuhan pariwisata Indonesia.
Menurutnya, ketika Indonesia kehilangan event berskala global maka akan berisiko kehilangan momentum pertumbuhan pariwisata, peningkatan ekonomi daerah dan devisa, sekaligus nation branding Indonesia.
“Untuk itu, kami memastikan keberlanjutan dan kualitas penyelenggaraan event ini menjadi kepentingan bersama,” ujar Maya dalam keterangan tertulis yang diterima, Jumat (18/9).
Maya mengatakan, berbagai perbaikan terus dilakukan untuk pengembangan pariwisata di The Mandalika. Menurutnya, hal tersebut tidak bisa dilakukan sendiri oleh Injourney dan diperlukan kolaborasi antar seluruh pihak terkait.
“Dibutuhkan concerted efforts dan semangat gotong royong dari seluruh stakeholder baik di daerah dan pusat, kementarian/lembaga, hingga pelaku industri,” ucapnya.
Untuk itu, Injorney bersama sejumlah pihak terkait menggelar Forum Diskusi untuk memastikan kesiapan seluruh sektor berjalan secara terintegrasi menjelang race week, mencakup aspek sirkuit dan race operation, transportasi dan konektivitas, keamanan, kesehatan, akomodasi, pariwisata, hingga keterlibatan masyarakat
Maya menyebutkan dalam forum diskusi tersebut telah dibahas berbagai isu yang diurai dan dicarikan solusi bersama, termasuk upaya membuka akses konektivitas hingga kesiapan akomodasi serta penyerapan tenaga kerja.
“Dalam diskusi hari ini, berbagai isu kami uraikan dan carikan solusi bersama termasuk konektivitas. Pada periode pekan ajang balap Grand Prix of Indonesia 2026 ini kami mencatat adanya tambahan 66 penerbangan dari dan ke NTB dan hampir semuanya merupakan pesawat berbadan besar atau wide body,” ucapnya.
Lanjutnya, Pertamina Grand Prix of Indonesia juga menjadi platform untuk membawa talenta Indonesia ke panggung dunia. Tahun ini, dua anak bangsa akan berkompetisi di ajang ini, hal ini menunjukkan bahwa ekosistem event internasional dapat melahirkan bibit unggul Indonesia.
Maya juga berkomitmen untuk meningkatkan kapasitas tenaga kerja lokal, seperti marshal yang bertugas akan berasal dari Nusa Tenggara Barat (NTB) telah mendapat kesempatan berkiprah di Malaysia, Jepang, hingga Australia.
“Inilah legacy yang ingin terus kita bangun untuk mewujudkan Mandalika Mendunia, pariwisata yang terus tumbuh, dan semakin banyak generasi-generasi muda Indonesia yang juga berkarya dan berkiprah,” ucapnya.
Sementara itu, Gubernur Nusa Tenggara Barat, Lalu Muhamad Iqbal, menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi NTB untuk bersama seluruh stakeholder memastikan kesiapan penyelenggaraan sekaligus memperluas manfaat Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 bagi masyarakat.
Ia mengatakan, targetnya bukan hanya memastikan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 berjalan aman dan lancar, tetapi bagaimana penyelenggaraan tahun ini bisa lebih baik dan memberikan dampak yang lebih besar bagi masyarakat NTB.
“Karena itu, seluruh unsur harus bergerak bersama, mulai dari kesiapan infrastruktur, transportasi, keamanan dan pariwisata, hingga semakin besarnya keterlibatan masyarakat, volunteer lokal, UMKM dan talenta daerah,” ujar Iqbal.
Disisi lain, Chairman Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 sekaligus Direktur Operasi ITDC, Troy Warokka, menyebut, fase menjelang penyelenggaraan menjadi periode krusial untuk memastikan seluruh workstream bergerak dalam satu arah dan setiap kebutuhan dapat dituntaskan sesuai target.
“Setiap workstream harus bergerak dalam satu timeline, setiap kebutuhan yang masih perlu diselesaikan harus segera dituntaskan, dan setiap isu harus memiliki PIC serta target penyelesaian yang jelas. Standar kita bukan sekadar event terlaksana, tetapi event yang aman, lancar, berkualitas, dan memberikan pengalaman terbaik bagi seluruh pihak,” ujar Troy.
Ia mengatakan, dari sisi sirkuit, progres kesiapan terus berjalan menuju homologasi FIM Grade A. Civil works telah mencapai 90 persen, backbone 80 persen, track painting 60 persen, dan race electronic 60 persen.
Sementara sejumlah pekerjaan seperti kelistrikan, fire protection, storage circuit, dan common garage telah mencapai 100 persen.
Selain kondisi fisik lintasan, kesiapan race electronic turut diperkuat melalui penyempurnaan sejumlah sistem pendukung operasional balap, termasuk light system, lap counter, controller digital flag, video matrix wall, CCTV track, serta perangkat komunikasi.
Direktur Utama MGPA, Ananda Mikola, mengatakan kesiapan lintasan dan seluruh sistem pendukung race menjadi prioritas menjelang homologasi dan race week.
Ananda menyebut, Track inspection menjadi bagian dari pengecekan kesiapan lintasan menuju homologasi. Ia memastikan pekerjaan track maintenance, fasilitas keselamatan, race electronic, hingga seluruh sistem pendukung terus berjalan sesuai kebutuhan.
“Target kami bukan hanya memastikan sirkuit siap, tetapi seluruh operasional balap juga siap. Keselamatan dan pemenuhan standar penyelenggaraan menjadi prioritas utama,” ujar Ananda.
Dari sisi sumber daya race, sebanyak 400 marshal disiapkan dan akan menjalani pelatihan pada 5–8 Oktober 2026, terdiri dari dua hari in-class training dan dua hari pelatihan lapangan.
Pergerakan logistik internasional juga telah dimulai. Dari total 27 kontainer sea freight, sebanyak 13 kontainer telah tiba, sementara lima air freight flight dijadwalkan tiba pada 5–6 Oktober 2026. Kru, Dorna, dan racers akan mulai berdatangan pada awal Oktober.
Di luar race operation, kesiapan penyelenggaraan turut mencakup mobilitas penonton, pengamanan, dan layanan kesehatan. Sebanyak 118 shuttle disiapkan untuk mobilitas di dalam kawasan pada 9–11 Oktober 2026, ditambah kebutuhan dukungan 35 shuttle Pemprov NTB untuk transportasi luar kawasan.
Dari sisi pengamanan, ITDC menyiapkan 170 personel security dan 550 personel crowd control yang akan bekerja secara terintegrasi bersama stakeholder terkait. Kesiapan medis race dan non-race mencakup personel dan pera latan medis, heli medis, layanan rujukan hingga kebutuhan Mini ICU VIP.