← Beranda
IHSG Merosot, MNC Sekuritas Sarankan Trading Buy AMMN dan PGEO
Djati WaluyoKamis, 17 September 2026 | 14.14 WIB
pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (7/8/2026). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

JawaPos.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan masih berpotensi melanjutkan koreksinya pada perdagangan Kamis (17/9) setelah ditutup terkoreksi sebesar 0,38 persen ke level 6,461 pada perdagangan Rabu (16/9).

MNC Sekuritas dalam risetnya memperkirakan posisi IHSG masih berada pada bagian dari wave iv dari wave (c) pada label hitam. Sehingga IHSG masih rawan menguji kembali 6,290-6,370.

Namun, selama IHSG masih mampu berada di atas 6,370 maka masih terdapat peluang IHSG menguat ke rentang 6,541-6,581. Adapun, posisi support IHSG saat ini berada di rentan 6,279-6,201 sedangkan resistance di level 6,585-6,633.

MNC Sekuritas merekomendasikan sejumlah saham yang menarik untuk dicermati pada perdagangan Kamis (17/9). Yakni PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN), PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA), PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO), dan PT Xtrackers Indonesia Equity ETF (XIIT).

Saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) direkomendasikan dengan strategi Trading Buy. Saham AMMN sebelumnya menguat 1,98 persen ke level 5.150 dan disertai dengan munculnya volume pembelian.

MNC Sekuritas memperkirakan, posisi AMMN saat ini sedang berada pada bagian dari wave iii dari wave (iii) dari wave [c]. Investor dapat melakukan strategi Trading Buy pada kisaran 4.980-5.100, dengan target harga 5.325 hingga 5.500 dan stop loss di bawah 4.800.

Selanjutnya, saham PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) direkomendasikan dengan strategi Buy on Weakness. Saham CPIN sebelumnya menguat 0,97 persen ke level 3.120 dan disertai dengan munculnya volume pembelian. Penguatan tersebut juga mampu membawa saham CPIN berada di atas MA60.

MNC Sekuritas memperkirakan, posisi CPIN saat ini sedang berada di awal wave c dari wave (b). Investor dapat melakukan strategi Buy on Weakness pada kisaran 3.090-3.120, dengan target harga 3.230 hingga 3.310 dan stop loss di bawah 3.080.

 

Untuk saham PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA), MNC Sekuritas merekomendasikan strategi Buy on Weakness. Saham MBMA sebelumnya menguat 0,81 persen ke level 500 dan disertai dengan munculnya volume pembelian.

MNC Sekuritas memperkirakan, posisi MBMA saat ini sedang berada di akhir wave (B) dari wave [Y]. Investor dapat melakukan strategi Buy on Weakness pada kisaran 474-498, dengan target harga 550 hingga 595 dan stop loss di bawah 462.

Berikutnya, saham PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) direkomendasikan dengan strategi Buy on Weakness. Saham PGEO sebelumnya terkoreksi 1,42 persen ke level 1.040 dan disertai dengan munculnya tekanan jual. Pergerakannya juga masih berada pada rentang MA20 dan MA200.

MNC Sekuritas memperkirakan, posisi PGEO saat ini sedang berada pada bagian dari wave [b] dari wave 2. Investor dapat melakukan strategi Buy on Weakness pada kisaran 1.020-1.040, dengan target harga 1.075 hingga 1.090 dan stop loss di bawah 1.015.

Sementara itu, saham PT Xtrackers Indonesia Equity ETF (XIIT) direkomendasikan dengan strategi Trading Buy. Saham XIIT sebelumnya menguat 1,07 persen ke level 472 dengan dominasi tekanan jual.

MNC Sekuritas memperkirakan, selama saham XIIT masih mampu berada di atas level 467 sebagai area stop loss, posisi saham tersebut saat ini sedang berada di awal wave 5 dari wave (C).

Investor dapat menerapkan strategi Trading Buy pada kisaran 470-472, dengan target harga 484 hingga 494 dan stop loss di bawah 467.

 

EDITOR: Diar Candra