← Beranda
Prediksi Rupiah Rabu Ini: Dampak Ketegangan AS-Iran dan The Fed
Djati WaluyoRabu, 16 September 2026 | 13.46 WIB
Teller menunjukan mata uang Dolar AS dan Rupiah di salah satu kantor cabang Bank Mandiri di Jakarta, Senin (9/3/2026). (Salman Toyibi/Jawa Pos)

JawaPos.com - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diperkirakan akan kembali melemah pada perdagangan Rabu (16/9). Mata uang Indonesia melemah 5 poin menjadi Rp 17.664 per dolar AS pada perdagangan Selasa (15/9).

 

Pengamat Ekonomi, Mata Uang dan Komoditas, Ibrahim Assuaibi, mengatakan pergerakan rupiah pada hari ini akan dipengaruhi oleh sentimen luar dalam dan luar negeri."Untuk perdagangan (15/9) mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah direntang Rp.17.690 - Rp.17.750,” ujar Ibrahim keterangan yang diterima, Rabu (16/9).

 

Ibrahim mengatakan sentimen eksternal masih menjadi perhatian pelaku pasar, terutama perkembangan geopolitik di Timur Tengah serta kebijakan moneter Amerika Serikat.

 

Menurutnya, ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran berpotensi meningkatkan permintaan terhadap aset safe haven apabila tidak segera menemukan titik temu. Kondisi tersebut dapat memberikan tekanan terhadap mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.

 

Di sisi lain, pasar juga mencermati keputusan Federal Reserve (The Fed) dalam pertemuan pekan ini. Data inflasi Amerika Serikat menunjukkan tekanan harga masih cukup kuat sehingga pasar memperkirakan The Fed akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin.

 

"Pasar sekarang memperkirakan kemungkinan 89 persen kenaikan suku bunga The Fed sebesar 25 basis poin. Ini meningkat dibandingkan pekan sebelumnya yang berada di sekitar 59,4 persen," ujarnya.

 

Dari dalam negeri, Ibrahim menilai pasar juga akan mencermati perkembangan kebijakan pemerintah. Termasuk perubahan posisi Menteri Keuangan dari Purbaya Yudhi Sadewa kepada Suahasil Nazara.

 

Pergantian tersebut menjadi perhatian pasar karena posisi Menteri Keuangan memiliki peran penting dalam menjaga kredibilitas pengelolaan fiskal, terutama ketika pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi pada 2027.

 

Dalam RAPBN 2027, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 6 persen dengan belanja negara mencapai Rp 4.097,2 triliun. Kondisi tersebut membuat kebijakan fiskal dan kemampuan pemerintah menjaga defisit tetap menjadi perhatian pelaku pasar.

 

“Suahasil bukan merupakan sosok baru di lingkungan Kementerian Keuangan. Ia telah menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan sejak 2019 dan sebelumnya bekerja bersama Sri Mulyani Indrawati,” ujarnya.

 

 

EDITOR: Diar Candra