← Beranda
Kabar Dana Bansos Dipotong untuk MBG, Kemensos: Tidak Benar!
Djati WaluyoMinggu, 13 September 2026 | 22.08 WIB
Ilustrasi lansia penerima bansos Kartu Lansia Jakarta. (jakarta.go.id)

JawaPos.com - Kementerian Sosial (Kemensos) memastikan bahwa informasi soal jatah bantuan sosial (bansos) dikurangi dan dialihkan untuk program makan bergizi gratis (MBG) tidak benar.

Tenaga Ahli Kemensos, Andy Kurniawan, mengatakan, tidak benar penerapan desil dilakukan agar menekan pengeluaran bansos, sehingga dananya bisa dialihkan ke program MBG.

“Pemerintah menerapkan desil dalam rangka menekan bansos agar bansosnya dikurangi, mau dipindah ke MBG. Apakah benar? Tidak. Bansosnya tetap, kuotanya tetap,” ujar Andy dalam dialog di Sekolah Tinggi Ilmu Statistik (STIS), Jakarta, dikutip Minggu (13/9).

Andy mengatakan, sampai dengan saat ini tidak ada perubahan jumlah penerima bansos.

Baca Juga: Ekonom Dorong Pendataan Bansos Pakai Sistem Coretax agar Tepat Sasaran

Ia menjelaskan, jumlah penerima Program Keluarga Harapan (PKH) 10 juta, Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) 18 juta, serta Penerima Bantuan Iuran (PBI) 96 juta.

Ia menjelaskan, pemerintah melakukan pemutakhiran penerima dengan mengalihkan bantuan dari masyarakat yang berada di desil 5 hingga 10 kepada masyarakat yang masuk dalam desil 1 hingga 4.

“Cuma mereka yang dulu menerima di Desil 10, Desil 6, Desil 7, kita pindah ke mereka yang ada di Desil 1, 2, 3,” ujarnya.

Andi mengatakan, proses pemutakhiran tersebut membuat penerima bansos pada 2026 semakin terkonsentrasi pada kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan paling rendah.

“Untuk 2026 ini sudah tidak ada lagi mereka yang berada di desil 5 sampai desil 10 yang menerima PKH dari masyarakat. Semuanya mereka sudah ada di desil 1 sampai 4. BPI juga demikian, bertahap,” ucapnya.

Baca Juga: Sebagian KPM Mulai Ketergantungan Bansos, Ada yang 18 Tahun Dibantu

Andi menjelaskan, pemutakhiran data penerima bansos dilakukan karena selama ini sejumlah program bantuan belum bisa maksimal.

Salah satu penyebabnya adalah masih adanya penyaluran bansos yang tidak tepat sasaran.

 

EDITOR: Bayu Putra