JawaPos.com - Asuransi perjalanan tidak serta-merta menanggung kerugian yang terjadi akibat erupsi gunung anak krakatau. Hal tersebut berkaitan dengan prinsip dasar asuransi yang menanggung risiko yang masih bersifat kemungkinan.
Mulia Siregar, President Director Asuransi Astra, menjelaskan hal tersebut dalam konteks erupsi Gunung Krakatau yang dapat berdampak terhadap perjalanan. Menurutnya, polis memiliki bagian pengecualian yang mengatur kondisi ketika pembelian asuransi dilakukan setelah suatu kerugian sudah dapat diperkirakan terjadi.
"Kalau kita cermati polisnya, di dalam salah satu bagian polis itu ada bagian pengecualian. Salah satunya itu adalah kalau pembelian dilakukan pada saat sebuah kerugian sudah dapat diperkirakan terjadi, maka polisnya tidak bertanggung jawab atas perbuatan tersebut," kata Mulia di Jakarta, Jumat (11/9).
Baca Juga: 7 Ucapan Pencinta Hewan yang Lebih Nyaman Bersama Kucing dan Anjing Menurut Psikologi
Ia menjelaskan, kondisi tersebut berkaitan dengan pengertian mendasar mengenai risiko dalam asuransi. Risiko memiliki kemungkinan terjadi atau tidak terjadi, sehingga ketika suatu peristiwa sudah pasti terjadi, kondisi tersebut tidak lagi dikategorikan sebagai risiko.
"Nah ini adalah pengertian yang sangat mendasar mengenai asuransi. Asuransi itu meng-cover risiko. Risiko itu probabilitinya antara 0 dan 1. Kalau dia sudah 1 probabilitinya itu bukan lagi risiko. Itu adalah suatu kepastian," ujarnya.
Dalam kasus erupsi, dia memberikan gambaran bahwa ketika erupsi sudah terjadi, peristiwa tersebut tidak lagi menjadi risiko yang masih mungkin terjadi. "Kalau erupsi sudah terjadi ya sudah bukan risiko erupsi lagi," katanya.
Menurutnya, asuransi perjalanan seperti Garda Trip memiliki sejumlah perlindungan, termasuk terhadap keterlambatan maupun pembatalan perjalanan. Namun, perlindungan tersebut tetap memiliki ketentuan terkait kapan risiko tersebut diketahui.
"Nah kaitannya dengan Garda Trip atau asuransi perjalanan, salah satu yang di-cover adalah delay atau cancellation. Sehingga delay atau cancellation itu sudah hal yang pasti," jelasnya.
Meski demikian, perlindungan dalam asuransi perjalanan tidak hanya berkaitan dengan pembatalan atau keterlambatan. Ada pula perlindungan terhadap biaya medis yang muncul ketika nasabah mengalami kondisi tertentu selama perjalanan.
"Nah tapi asuransi perjalanan tidak hanya meng-cover delay dan cancellation. Bisa juga orangnya setelah terbang, mendarat di tempat tujuan, jalan-jalan. Mungkin sakit perut, masuk ke rumah sakit. Atau karena saking entusiasnya, kakinya terkilir, masuk ke rumah sakit. Medical cost itu juga di-cover," tuturnya.
"Jadi asuransi Garda Trip atau perjalanan itu baik mencakup delay atau cancellation ataupun medical cost karena kesehatan atau karena eksiden," lanjutnya.
Meski begitu ia menegaskan, pembatalan atau keterlambatan yang sudah menjadi kepastian akibat suatu kejadian yang telah diketahui sebelumnya tidak masuk dalam perlindungan tersebut. Sementara itu, risiko biaya medis tetap dapat ditanggung sesuai ketentuan polis.
"Delay cancellation itu pada dasarnya kalau sudah pasti itu tidak akan di-cover dan di-check untuk asuransi perjalanan lainnya pun itu berlaku standar. Nah untuk risiko medical costnya itu tetap di-cover," ungkapnya.
Dia juga memberikan contoh dari kondisi geopolitik untuk menggambarkan prinsip yang sama dalam industri asuransi. Ia menyebut ketika perang sudah terjadi, perlindungan terhadap risiko perang dapat mengalami perubahan.
"Waktu krisis di Selat Hormuz itu di seluruh dunia, pre-asuransi di seluruh dunia yang meng-cover perang. Karena perangnya sudah terjadi. Yang terjadi adalah ‘cancellation’ terhadap perang. Dan kemudian kalau mau beli lagi risiko perangnya itu ada kenaikan tarif sampai 10 kali lipat," katanya.
"Jadi ini adalah prinsip yang berlaku di dunia asuransi," sambung Maximilianan.
Terkait Garda Trip, Asuransi Astra tetap menyediakan produk tersebut sembari menyesuaikan titik keberangkatan dengan kondisi erupsi yang terjadi.
"Mengenai apakah kita tetap menjual Garda Trip, kita menjual Garda Trip dan kita juga menyesuaikan titik-titik berangkatnya dengan erupsi yang terjadi. Untuk mencegah timbulnya disiut di kemudian hari," pungkasnya.
Nama Penulis: NANDA PRAYOGA - nandaprayoga66@gmail.com
Rubrik/Kanal: Nasional
Tagging: Asuransi Astra, Erupsi Gunung Krakatau