← Beranda
Menkeu Purbaya Sebut Anggaran Rekening Massal BRI-BSI Tak sampai Rp 11 Triliun
Djati WaluyoJumat, 11 September 2026 | 01.55 WIB
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan salam pada Rapat Paripurna ke-25 DPR Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025-2026 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (14/7/2026). (Salman Toyibi/Jawa Pos)

JawaPos.com - Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa, mengatakan pemerintah masih menghitung anggaran untuk program pembukaan rekening masal bagi masyarakat pada Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan Bank Syariah Indonesia (BSI).

Ia memperkirakan, anggaran yang dibutuhak untuk program tersebut tidak akan mencapai Rp 11 triliun.

“Belum Rp 11 triliun. Ini anggarannya masih belum dihitung. Kan yang udah punya mungkin juga nggak dibukain,” ujar Purbaya kepada awak media di Jakarta, Kamis (10/9).

Menurutnya, angka Rp 11 triliun yang diungkapkan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlanga Hartarto di Istana Negara merupakan hitungan awal pemerintah.

Ia mengatakan, sampai dengan saat ini pemerintah masih menghitung kebutuhan anggaran lebih rinci untuk program pembukaan rekening untuk masyarakat dan memberikan saldo awal sebesar Rp 50 ribu.

Untuk pelaksanaanya, Purbaya mengatakan BSI nantinya akan menangani pelaksanaan di Provinsi Nangro Aceh Darusalam, sedangkan BRI akan menangani wilayah lainya yang belum dicover.

“BSI hanya di Aceh. Di luar Aceh BRI semua,” ujarnya.

Lanjutnya, pemerintah juga belum memastikan apakah program tersebut bisa dimulai pada akhir tahun ini. Menurutnya, jika masih membutuhkan persiapan, program kemungkinan baru dapat dijalankan pada tahun depan.

“Nggak tahu mereka siapnya kapan. Harus sih, kalau anggaran tahun ini kan ada mepet, harusnya mulai tahun depan. Mereka juga perlu persiapan,” ucapnya.

EDITOR: Estu Suryowati