← Beranda
Ribuan Penerbangan Terdampak Erupsi Krakatau, AHY Minta Maskapai dan OTA Kembalikan Uang Tiket
Djati WaluyoSelasa, 8 September 2026 | 16.48 WIB
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). (Istimewa).

 

JawaPos.com - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menegaskan penumpang yang terdampak pembatalan penerbangan akibat sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau mendapatkan perlindungan dan haknya selama gangguan penerbangan berlangsung.

Salah satunya, penumpang yang penerbangannya dibatalkan berhak mendapatkan pengembalian biaya tiket secara penuh atau refund 100 persen.

Kebijakan tersebut berlaku melalui berbagai kanal penjualan, baik konter bandara, aplikasi maskapai, maupun online travel agent (OTA).

"Yang pertama, yang refund itu 100 persen harus dikembalikan, baik secara online maupun datang langsung ke bandara. Ini juga sudah disampaikan kepada OTA, Online Travel Agents, untuk juga memastikan mengikuti kebijakan ini," ujar AHY dalam keterangan yang diterima, Selasa (8/9).

Baca Juga: Konflik Timur Tengah Memanas, Harga Minyak Mentah Dunia Lanjut Menguat

Selain itu, pemerintah juga menyiapkan transportasi lanjutan bagi penumpang terdampak melalui bus DAMRI dan kereta api bekerja sama dengan PT KAI, termasuk rute menuju dan dari Yogyakarta, Solo, Semarang, dan Surabaya.

AHY mengatakan, pemerintah menyiapkan relaksasi bagi penumpang asing yang melewati batas izin tinggal akibat pembatalan penerbangan.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya memastikan penumpang terdampak, termasuk WNA, tetap mendapatkan perlindungan dan kepastian selama menghadapi gangguan perjalanan.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk mengikuti informasi resmi terkait perkembangan penerbangan dan tetap waspada tanpa menimbulkan kepanikan.

“Kita ingin memastikan masyarakat tetap waspada, teredukasi, tetapi tidak mengakibatkan adanya kepanikan yang luar biasa. Saya rasa ini adalah tugas kita bersama,” ujarnya.

Sebagaimana diketahui, dalam tiga hari terakhir, sebanyak 2.961 penerbangan terdampak, terdiri atas 2.339 penerbangan domestik dan 622 penerbangan internasional, dengan sedikitnya 341.411 penumpang tercatat terdampak. Dari jumlah tersebut, 2.930 penerbangan dibatalkan, 24 mengalami penundaan atau penjadwalan ulang, dan tujuh penerbangan dialihkan.

Untuk menjaga konektivitas, pemerintah menyiapkan 10 bandara yang beroperasi 24 jam sebagai pendukung pengalihan penerbangan, yakni Kertajati, Ahmad Yani, Adi Soemarmo, Yogyakarta International Airport, Juanda, Sultan Mahmud Badaruddin II, Sultan Syarif Kasim II, Minangkabau, Supadio, dan SAMS Sepinggan.

 

EDITOR: Sabik Aji Taufan