JawaPos.com - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diperkirakan melemah pada perdagangan Selasa (8/9). Sebelumnya ditutup melemah tipis 2 poin menjadi Rp 17.640 per dolar AS pada perdagangan Senin (7/9).
Pengamat Ekonomi, Mata Uang dan Komoditas, Ibrahim Assuaibi mengatakan bahwa pergerakan rupiah hari ini dipengaruhi oleh sentimen luar dan dalam negeri.
"Untuk perdagangan (8/9) mata uang rupiah fluktuatif, tetapi ditutup melemah di rentang Rp 17.640-Rp 17.680," ujar Ibrahim dalam keterangan yang diterima, Selasa (8/9).
Menurut Ibrahim, pekan ini menjadi ujian fleksibilitas kebijakan moneter Indonesia. Tantangannya bukan hanya menjaga pertumbuhan, tapi juga memastikan stimulus moneter tidak dibayar dengan volatilitas rupiah dan keluarnya modal asing.
“Kekhawatiran pasar masih membayangi terkait bencana alam, termasuk erupsi Gunung Anak Krakatau yang terjadi sejak Jumat malam, 4 September hingga akhir pekan ini memang menimbulkan dampak sangat masif di sektor penerbangan dan aktivitas masyarakat,” ujarnya.
Baca Juga: Eskalasi Konflik Selat Hormuz dan Data Tenaga Kerja AS Bayangi Pergerakan Rupiah Hari Ini
Berdasarkan data Kementerian Perhubungan, sebaran abu vulkanik akibat erupsi tersebut menyebabkan penundaan dan pembatalan lebih dari 1.500 jadwal penerbangan di sedikitnya 8 bandara. Kondisi itu membuat sekitar 170.000 penumpang terhambat di berbagai lokasi.
Apalagi bencana alam terjadi serempak, termasuk pembakaran lahan gambut di Kalimantan dan sebagian Sumatera. Selain itu, mengeringnya Sungai Barito membuat transportasi batubara terhenti.
Kondisi ini menambah kompleksitas risiko ekonomi domestik dengan terbatasnya aktivitas transportasi dan potensi terganggunya rantai pasok.
Menurutnya, pelaku pasar akan mencermati penanganan bencana sambil terus menghitung potensi dampaknya terhadap aktivitas ekonomi. Terutama jika gangguan transportasi dan pembatasan aktivitas berlangsung lebih lama.
Baca Juga: Prediksi Rupiah Jumat 4 September: Dibayang-bayangi Sentimen The Fed dan Arah Kebijakan BI
“Selain itu, pasar juga tetap berhati-hati menjelang rilis data domestik penting pekan ini, terutama data cadangan devisa bulan Agustus, sentimen konsumen, dan penjualan ritel bulan Juli,” ungkapnya.