JawaPos.com - Komoditas perkebunan seperti kopi, kakao, dan kelapa memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi produk dengan nilai tambah yang lebih tinggi. Potensi tersebut menjadi salah satu fokus dalam Sinara Fest 2026 yang digelar Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) bersama jajaran Kementerian Keuangan di Provinsi Jawa Tengah di Semarang pada 3-4 September 2026.
Kegiatan yang dikemas melalui edukasi, workshop, sosialisasi, dan mini bazar UMKM perkebunan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kemampuan pelaku usaha sekaligus membuka peluang pengembangan produk berbasis komoditas perkebunan. Sinara Fest 2026 mengusung tema Sinergi BPDP dan Kemenkeu Satu dalam Penguatan Kapasitas, Pemberdayaan dan Perluasan UMKM Perkebunan untuk Tumbuh, Tangguh dan Naik Kelas.
Kegiatan ini menjadi bentuk kolaborasi untuk memperluas manfaat pengelolaan dana perkebunan kepada masyarakat, terutama pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Direktur Manajemen Risiko dan Keuangan BPDP, Zaid Burhan Ibrahim, menyampaikan bahwa Sinara Fest diharapkan dapat menjadi wadah edukasi, promosi, sekaligus pemberdayaan bagi pelaku UMKM. Kegiatan tersebut juga menjadi sarana untuk mendekatkan berbagai program BPDP kepada masyarakat.
“Melalui penguatan kapasitas dan perluasan akses, pelaku UMKM diharapkan tidak hanya mampu mempertahankan keberlangsungan usahanya, tetapi juga meningkatkan kualitas produk, memperluas jangkauan pasar, serta mengambil peran yang lebih besar dalam rantai nilai industri perkebunan nasional,” kata Zaid.
UMKM menjadi salah satu penggerak perekonomian masyarakat, termasuk di Jawa Tengah. Di sisi lain, sejumlah komoditas perkebunan seperti kelapa, kakao, kopi, serta komoditas unggulan lainnya memiliki potensi untuk diolah menjadi beragam produk bernilai tambah.
Potensi tersebut perlu diikuti dengan inovasi dan peningkatan mutu produk. Penguatan pemasaran serta kapasitas sumber daya manusia juga diperlukan agar produk berbasis komoditas perkebunan mampu memiliki daya saing yang semakin kuat.
Untuk menjaga keberlanjutan sektor perkebunan, BPDP menjalankan sejumlah program. Di antaranya insentif biodiesel, pengembangan sumber daya manusia perkebunan, penelitian dan pengembangan, promosi produk perkebunan, penguatan hilirisasi, program bagi pekebun, hingga pemberdayaan UMKM.
Sementara dalam aspek pemberdayaan UMKM, BPDP mendorong pelaksanaan pelatihan, workshop, promosi, dan pendampingan. Berbagai kegiatan tersebut diarahkan untuk meningkatkan kualitas sekaligus daya saing produk yang dihasilkan pelaku usaha.
Pada Sinara Fest 2026, pelaku usaha juga mendapatkan materi mengenai pengembangan produk turunan komoditas perkebunan. Selain itu, peserta memperoleh edukasi terkait peluang pembiayaan usaha serta strategi pengembangan bisnis yang menyesuaikan tantangan yang dihadapi UMKM saat ini.
Salah satu workshop menghadirkan Florensia Shiely dari Seedaya Greenworks. Ia memberikan wawasan sekaligus praktik mengenai pembuatan produk turunan berbahan kelapa yang dapat dimanfaatkan sebagai peluang bisnis bagi UMKM.
Materi tersebut menyoroti bagaimana kelapa dapat dikembangkan lebih jauh menjadi produk bernilai tambah. Pengolahan komoditas menjadi produk turunan juga dinilai dapat membuka ruang diversifikasi usaha sekaligus memperluas peluang pasar.
Tak hanya memberikan edukasi, Sinara Fest 2026 juga menghadirkan mini bazar yang melibatkan 20 UMKM. Bazar tersebut menjadi ruang bagi pelaku usaha untuk memperkenalkan produk berbasis komoditas perkebunan kepada pengunjung.
Selama dua hari penyelenggaraan, bazar tersebut mencatat omzet sekitar Rp 80 juta. Perolehan itu mencerminkan antusiasme pengunjung sekaligus menunjukkan adanya peluang pasar bagi produk yang dihasilkan UMKM perkebunan.
Meski memiliki potensi pengembangan, pelaku UMKM masih dihadapkan pada berbagai persoalan. Tantangan tersebut mencakup akses pasar, pemasaran digital, pengemasan produk, perizinan, pembiayaan, hingga penguatan jejaring bisnis.
Atas kondisi tersebut, diperlukan sinergi dari berbagai pihak untuk membangun ekosistem UMKM yang berkelanjutan. Pemerintah, lembaga keuangan, dunia usaha, komunitas, akademisi, dan masyarakat memiliki peran dalam mendukung pengembangan pelaku usaha.
Sinara Fest 2026 diharapkan dapat menjadi ruang pertemuan bagi para pemangku kepentingan tersebut. Melalui edukasi, workshop, sosialisasi, mini bazar, dan berbagai aktivitas lainnya, kegiatan ini diharapkan mampu memberikan pengetahuan baru, membuka peluang kolaborasi, serta memperluas jaringan usaha bagi pelaku UMKM perkebunan.
Kegiatan tersebut turut melibatkan jajaran Kementerian Keuangan di Provinsi Jawa Tengah, perwakilan pemerintah daerah, narasumber, pelaku UMKM, mitra kerja, serta pemangku kepentingan di sektor perkebunan.