JawaPos.com - PT Danantara Investment Management Persero (DIM) menggandeng PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR), dan PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) untuk mempercepat adopsi kendaraan listrik komersial di Indonesia.
Komitemen tersebut ditandai dengan penandatanganan on-binding term sheet sebagai kerangka awal untuk menjajaki kolaborasi investasi strategis untuk mempercepat pengembangan ekosistem kendaraan listrik komersial Indonesia.
Chief Investment Officer Danantara Indonesia, Pandu Sjahrir, mengatakan kolaborasi ini bertujuan untuk mendukung percepatan adopsi kendaraan listrik komersial di Indonesia, terutama untuk bus dan truk listrik, melalui pengembangan industri mobility as a service atau dikenal sebagai MaaS.
Mass merupakan model ekosistem mobilitas listrik terintegrasi yang dirancang untuk mengurangi hambatan adopsi, memperluas akses pembiayaan, dan mempercepat transisi operator armada menuju kendaraan listrik, termasuk operator bus listrik di berbagai daerah di Indonesia.
Inisiatif ini juga diharapkan dapat memperdalam rantai nilai industri baterai nasional serta mendukung agenda hilirisasi mineral kritikal Indonesia, yang merupakan salah satu sektor prioritas investasi DIM.
“Investasi pada elektrifikasi mobilitas komersial merupakan investasi pada transisi energi jangka panjang yang dapat membawa dampak positif pada percepatan adopsi kendaraan listrik nasional,” ujar Pandu dalam keterangan tertulis yang diterima, Rabu (2/9).
Pandu mengatakan kegitan tersebut selaras dengan prioritas Pemerintah Indonesia, dan sebagai bagian dari upaya yang lebih luas untuk mengurangi emisi, memperkuat industri nasional, mendorong hilirisasi, dan membangun fondasi ekonomi yang lebih berkelanjutan.
“Non-binding term sheet yang ditandatangani merupakan kerangka awal. Proses uji tuntas yang komprehensif akan dilakukan untuk memastikan transaksi dapat memberikan nilai komersial yang baik dan memberikan kontribusi positif bagi pembangunan ekonomi Indonesia,” ujarnya.
Sementtara itu, Direktur Utama VKTR, Anindra Ardiansyah Bakrie, mengatakan kolaborasi ini merupakan salah satu amanah untuk membawa VKTR memasuki fase pertumbuhan berikutnya.
Ia mengatakan, bersama dengan Danantara, VKTR turut membentuk masa depan mobilitas Indonesia agar menjadi lebih maju, berkelanjutan, dan mandiri.
“Ini merupakan momentum penting dalam membuka babak baru bagi solusi mobilitas listrik di Indonesia, di mana dampak yang lebih besar dapat dicapai ketika berbagai kekuatan yang saling melengkapi diarahkan pada tujuan nasional yang sama,” ujarnya.
Melalui kolaborasi ini, DIM dan VKTR menegaskan kembali komitmen bersama untuk memajukan transisi energi Indonesia, memperkuat kapasitas industri dalam negeri, serta mendorong terwujudnya solusi mobilitas berkelanjutan yang mendukung agenda pembangunan jangka panjang Indonesia.
Adapun, non-binding term sheet ini merupakan kerangka kesepakatan awal yang akan menjadi dasar bagi pembahasan lebih lanjut, dan realisasi potensi investasi akan tunduk pada penyusunan perjanjian definitif antara para pihak.