JawaPos.com - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara), buka suara terkait dengan penggabungan atau merger sejumlah perusahaan konstruksi atau badan usaha milik negara (BUMN) Karya.
Chief Operating Officer (COO) Danantara sekaligus Kepala Badan Pengaturan BUMN, Dony Oskaria, mengatakan hingga saat ini belum ada keputusan resmi terkait entitas BUMN Karya mana yang akan dipertahankan setelah konsolidasi selesai.
"Belum ditentukan. Belum pasti Adhi, PP, dan lain sebagainya. Kita akan lihat," ujar Dony kepada wartawan, di Jakarta, Senin (31/8).
Baca Juga: Jajal New XPENG X9, MPV Listrik Bongsor Ini Mampu Lewati Jalan Sempit dan Parkir Otomatis
Dony mengatakan, dalam kegiatan merger yang menjadi prioritas dari Danantara adalah terlaksananya konsolidasi sebagai bagian dari upaya penyelamatan dan penyehatan BUMN Karya.
“Jadi kita akan lihat yang penting itu adalah akan terjadi konsolidasi daripada perusahaan karya kita dalam rangka proses penyelamatan dan penyehatan," ujarnya.
Donny menyebut, penggabungan sejumlah entitas tersebut ditargetkan dapat terealisasi pada tahun 2026. Adapun, target itu molor dari rencana awal yang ditetapkan sebelumnya yaitu pada Juni 2026.
Baca Juga: 'KO Club' Satukan Bintang 'Squid Game', Kisah Pertarungan Generasi di Masa Depan
“Iya (ketika dikonfirmasi tahun ini),” ucapnya.