← Beranda
Menko Airlangga: AI dan Digital Twin Kunci Ekonomi Indonesia 2025
Djati WaluyoKamis, 27 Agustus 2026 | 03.39 WIB
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan sambutan saat peluncuran Indonesia Bullion Market Association di BSI Tower, Jakarta, Kamis (20/8/2026). (Salman Toyibi/Jawa Pos)

 

JawaPos.com - Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, memperkuat transformasi digital nasional sebagai bagian dari strategi mendorong produktivitas, daya saing, dan pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dan inklusif.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengatakan upaya tersebut dilakukan dengan mendorong pengembangan artificial intelligence (AI), teknologi digital twin, pusat data (data center), hingga ekosistem semikonduktor.

Ia menyebut, secara global AI berpotensi menambah USD 15,7 triliun terhadap perekonomian dunia pada 2030. Menurut PricewaterhouseCoopers, industri yang paling banyak terpapar AI telah mencatat pertumbuhan pendapatan sebesar 27 persen.

Baca Juga: Kebutuhan Lahan dan Listrik untuk Pusat Data di Indonesia Terus Meningkat

“Indonesia juga mencatat momentum komersial AI terkuat di ASEAN, dengan pendapatan dari fitur berbasis AI tumbuh 127 persen secara tahunan pada semester I 2025,” ujar Airlangga dalam keterangan yang diterima, Rabu (26/8).

Airlangga menjelaskan bahwa ekonomi digital Indonesia telah mendekati nilai USD 100 miliar Gross Merchandise Value (GMV) dan menjadi yang terbesar di ASEAN, didukung sekitar 235 juta pengguna internet dengan tingkat penetrasi sekitar 81 persen.

Ekosistem tersebut diarahkan untuk mendukung target pertumbuhan ekonomi 8 persen melalui integrasi data center, AI, dan semikonduktor, sekaligus menyiapkan sekitar 600 ribu profesional digital setiap tahun.

Selain itu, AI juga menciptakan lebih dari 8.000 lapangan kerja teknologi di kawasan seperti Nongsa sebagai bagian dari upaya mengubah bonus demografi menjadi digital dividend.

Lebih lanjut, Menko Airlangga menyoroti pesatnya adopsi AI di Indonesia, di mana sekitar 80 persen pengguna internet telah menggunakan fitur AI dalam aktivitas sehari-hari.

Transformasi AI juga telah diterapkan di berbagai sektor, mulai dari smart farming dan penggunaan agricultural drones di sektor pertanian, pemanfaatan teknologi digital dalam layanan kesehatan, hingga penggunaan AI berbasis cloud untuk pemantauan real-time pada lini produksi baterai kendaraan listrik.

Sementara itu, implementasi teknologi digital twin juga semakin berkembang untuk menjembatani ekosistem digital dan fisik, termasuk dalam pengembangan visi smart city Ibu Kota Nusantara (IKN) dan modernisasi infrastruktur ketenagalistrikan.

Airlangga mengatakan, yang menjadi fokus utama adalah bagiamana mengubah AI, digital twin, dan teknologi digital menjadi manfaat nyata bagi produktivitas, daya saing, pelayanan publik, serta kualitas hidup masyarakat.

“Mari kita manfaatkan konferensi ini bukan hanya untuk mengeksplorasi apa yang dapat dilakukan oleh teknologi, tetapi juga untuk melihat apa yang dapat kita lakukan dengan teknologi tersebut guna membangun masyarakat yang lebih produktif, inklusif, dan berkelanjutan,” pungkasnya.

EDITOR: Estu Suryowati