← Beranda
Industri Otomotif Menguat, Indonesia Bidik Peran Lebih Besar di Rantai Produksi Global
Novia HerawatiRabu, 26 Agustus 2026 | 23.24 WIB
Potret pameran otomotif GIIAS Surabaya 2026 di Grand City Convex, Rabu (26/8). (Novia Herawati/JawaPos.com)

 

 

JawaPos.com - Industri otomotif Indonesia menunjukkan perkembangan positif sepanjang 2026, ditandai dengan peningkatan penjualan kendaraan, ekspor, serta pertumbuhan kendaraan elektrik.

Hal itu disampaikan Wakil Menteri Perindustrian, Faisol Riza dalam acara pembukaan pameran otomotif GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) Surabaya 2026 di Grand City Convex, Rabu (26/8).

"Penjualan kendaraan secara grosir pada Januari hingga Juli 2026 mencapai 517 ribu unit, meningkat 18,3 persen. Sementara itu, penjualan retail mencapai 511 ribu unit atau tumbuh 12,3 persen," tuturnya.

Melihat tren tersebut, Faisol optimistis target penjualan kendaraan domestik 850 ribu unit pada 2026 tercapai, bahkan melampaui satu juta unit, seperti yang pernah dicapai pada masa kejayaan industri otomotif.

"Saya optimistis, hampir bisa kami pastikan penjualan dalam negeri kami akan kembali menduduki peringkat pertama di kawasan setelah tahun lalu sedikit disalip Malaysia," imbuh Faisol.

Pertumbuhan juga terjadi pada sektor ekspor kendaraan. Ekspor kendaraan utuh atau Completely Built Up (CBU) pada Januari - Juli 2026 tercatat mencapai 293 ribu unit atau meningkat 3,5 persen dibandingkan tahun lalu.

“Ekspor kendaraan dalam bentuk Completely Knocked Down (CKD) juga tumbuh 36,5 persen atau hampir mencapai 48 ribu unit,” tutur Faisol. Perkembanga ini menunjukkan semakin kuatnya keterlibatan industri otomotif Indonesia dalam rantai nilai global.

Ia menilai penguatan industri otomotif berkaitan erat dengan sektor manufaktur nasional yang tumbuh 5,32 persen. Hal ini berdampak pada kontribusi 16,83 persen terhadap produk domestik bruto (PDB).

Peningkatan investasi dan ekspor juga diharapkan mampu memperkuat daya saing industri nasional sekaligus mendorong sektor manufaktur semakin optimal dalam menopang pertumbuhan dan perekonomian Indonesia.

"Saya bangga mengatakan bahwa optimisme tidak berhenti di pasar domestik. Namun, kepercayaan kami terhadap industri otomotif di pasar internasional (global) juga semakin meningkat," kata Faisol.

Dalam konteks ini, Wamen berharap GIIAS Surabaya 2026 tak hanya menjadi ajang memamerkan teknologi otomotif terbaru, tetapi juga mendorong pertumbuhan industri, investasi, dan memperluas pasar dalam negeri.

 

37 Merek Kendaraan Unjuk Gigi di GIIAS Surabaya 2026

Pameran otomotif GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) Surabaya 2026 resmi digelar di Grand City Convex, Surabaya, mulai dari 26 Agustus hingga 31 Agustus 2027.

Ada 37 merek kendaraan yang memeriahkan GIIAS Surabaya 2026, di antaranya 26 merek roda empat pada kategori kendaraan penumpang, yakni BAIC, BYD, Changan, Chery, Citroen.

Kemudian Daihatsu, GAC AION, Geely, GWM, Honda, Hyundai, iCAR, Jaecoo, JEEP, JETOUR, KIA, Leap Motor, Lepas, Mazda, Mitsubishi Motors, Polytron, Suzuki, Toyota, Vinfast, Wuling, dan X-PENG.

Sementara itu, kategori kendaraan komersial hanya diikuti Foton, serta kategori roda dua menghadirkan 10 merek, yakni Aprilia, Kuprum, Moto Guzzi, Piaggio, Polytron, QJ Motor, Royal Enfield, Scomadi, Triumph, dan Vespa. (Jihan Ulin Nuha)

EDITOR: Estu Suryowati