JawaPos.com - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) mendorong penguatan peran Data Service Indonesia (DSI) dalam memastikan integritas data dan transaksi ekspor nasional.
Penguatan tersebut mencakup verifikasi kuantitas, kualitas, klasifikasi barang, harga, hingga penyelesaian pembayaran dan repatriasi devisa.
CEO Danantara Indonesia Rosan P. Roeslani mengatakan, keberadaan DSI adalah untuk memastikan setiap transaksi ekspor memiliki dasar yang wajar, dapat ditelusuri, serta memberikan manfaat optimal bagi Indonesia.
“Bagi Danatara Indonesia, ini penting karena pengelolaan aset strategis tidak cukup berorientasi pada volume. Setiap transaksi harus memiliki dasar yang wajar, dapat ditelusuri, dan memberi manfaat sebesar-besarnya bagi Indonesia,” ujar Rosan dalam Peluncuran Babak Baru Tata Kelola Ekspor SDA, Jakarta, Senin (24/8).
Rosan mengatakan, implementasi DSI akan dilakukan secara secara bertahap, terukur, dan berbasis kesiapan agar arus perdagangan dan hubungan komersial yang sudah berjalan tidak terganggu.
Ia menyebut, Danantara memiliki harapan besar terhadap DSI untuk membangun institusi yang kredibel, profesional, dan terbuka. Integritas data serta proses menjadi salah satu aspek utama yang perlu dijaga.
Selain itu, DSI diharapkan mampu memberikan kepastian berusaha melalui proses yang profesional dan efisien bagi eksportir, pembeli, perbankan, maupun instansi terkait lainnya.
“Serta yang paling penting adalah menghadirkan nilai nyata bagi Indonesia, bukan hanya lewat transparansi tapi juga informasi yang lebih baik untuk pengambilan kebijakan dan penguatan posisi Indonesia di pasar global,” ujarnya.
Rosan menyebut, sinergi dengan kementerian dan lembaga diperlukan untuk mengintegrasikan berbagai sumber data sehingga proses pengambilan keputusan dapat dilakukan secara lebih baik dan terbuka.
Lanjutnya, implementasi DSI perlu dilakukan dengan tetap memperhatikan kelancaran aktivitas perdagangan yang telah berjalan.
"Tata kelola yang baik itu harus memperkuat kepercayaan, bukan menambah ketidakpastian," pungkasnya.