JawaPos.com - Transaksi menggunakan kartu kredit pada dasarnya merupakan utang yang harus dibayarkan kembali. Untuk itu, pengguna kartu kredit harus bisa menghindari kesalahan agar tagihan tidak membengkak.
Perencana Keuangan, Andy Nugroho, mengatakan, Andy mengatakan, kartu kredit dapat digunakan oleh masyarakat yang memenuhi persyaratan pengajuan serta memiliki kemampuan dan kedisiplinan dalam mengelola utang dan keuangan.
Selain itu, kartu kredit dinilai cocok bagi orang yang memiliki kebutuhan tertentu dalam pekerjaannya. Salah satunya masyarakat yang terkadang harus terlebih dahulu membayar kebutuhan pekerjaan atau kantor menggunakan uang pribadi, kemudian mendapatkan penggantian (reimburse) dari perusahaan.
Baca Juga: Dari Tanggal 1 hingga 31, Ini 12 Tanggal Lahir yang Disebut Punya Potensi Makmur
Kartu kredit juga dapat membantu orang yang ingin mencatat berbagai pengeluarannya secara otomatis. Namun, Ia mengingatkan masyarakat tidak perlu memaksakan diri memiliki kartu kredit apabila belum mampu disiplin mengelola utang dan keuangan.
Terlebih, masyarakat yang memiliki kecenderungan fear of missing out (FOMO) perlu lebih berhati-hati agar tidak menggunakan kartu kredit secara berlebihan.
“Jangan memaksakan diri punya kartu kredit bila kita tidak disiplin dalam mengelola hutang dan keuangan, apalagi kalo kita memiliki sifat FOMO,” ujarnya.
Jangan Anggap Kartu Kredit sebagai Pendapatan Tambahan
Andy mengatakan, masyarakat perlu memahami konsep dasar kartu kredit sebelum menggunakannya. “Memahami bahwa membayar dengan kartu kredit itu adalah berhutang, bukan memiliki income tambahan,” ucapnya.
Maka dari itu, masyarakat perlu memperhatikan suku bunga dan skema pembungaan yang ditawarkan. Selain itu, masyarakat juga perlu mempelajari hal apa saja yang akan menjadi konsekuensi yang harus ditanggung apabila terjadi kelalaian dalam pembayaran tagihan.
Andy menyarankan penggunaan kartu kredit disesuaikan dengan kebutuhan, bukan untuk memenuhi gaya hidup atau sekadar mengikuti tren.
“Gunakan sesuai dengan kebutuhan dan keperluan, bukan sekadar untuk menuruti gaya hidup apalagi untuk pamer. segera lunasi pembelian yang dilakukan menggunakan kartu kredit,” ujarnya.
Kesalahan Umum Pengguna Kartu Kredit
Andy menyebut salah satu kesalahan paling umum pemegang kartu kredit adalah menganggap kartu kredit sebagai sumber pendapatan tambahan. Cara pandang tersebut dapat mendorong perilaku konsumtif dan impulsif dalam berbelanja.
Menurutnya, tidak sedikit pengguna baru menganggap bahwa memiliki kartu kredit adalah sama dengan memiliki income tambahan.
“Menjadi konsumtif dan impulsive dalam berbelanja apalagi barang-barang konsumtif, karena merasa ada “uang tambahan”,” katanya.
Kesalahan lainya adalah, tidak memahami skema pembungaan dan aturan-aturan dalam pelunasan pemakaian kartu kredit, lupa maupun abai dengan tanggal jatuh tempo pembayaran.
Selain persoalan pengelollan keuangan, ia juga mengingatkan masyarakat untuk menjaga kerahasiaan data kartu kredit. Data pribadi dan informasi kartu yang tidak dijaga dengan baik dapat disalahgunakan pihak yang tidak bertanggung jawab.
Andy menyarankan, pemegang kartu juga sebaiknya langsung melunasi seluruh tagihan apabila memiliki kemampuan untuk membayarnya.
“Tidak langsung melunasi 100 persen pembayaran yang dilakukan menggunakan kartu kredit padahal kita memiliki kemampuan untuk itu. Akibatnya kita akan terkena bunga berbunga,” ucapnya.
Tips bagi Pemilik Kartu Kredit Pemula
Bagi masyarakat yang baru pertama kali memiliki kartu kredit, Andy menyarankan agar memahami sejak awal bahwa kartu kredit merupakan fasilitas utang.
Pengguna juga harus menjaga kerahasiaan PIN, data pribadi, serta informasi terkait penggunaan kartu kredit.
“Memahami bahwa membayar dengan kartu kredit itu adalah berutang, bukan memiliki income tambahan,” katanya.
Selain itu, masyarakat disarankan menggunakan kartu kredit hanya untuk kebutuhan yang penting dan diperlukan.