← Beranda
Suadesa Festival 2026 Dorong Ekonomi Desa, UMKM Lokal Ditargetkan Kebanjiran Pengunjung
Rian AlfiantoSabtu, 22 Agustus 2026 | 19.52 WIB
Suadesa Festival 2026 diharapkan mendorong ekonomi desa di Sleman lewat penguatan UMKM, wisata kuliner, dan kreativitas warga. (Istimewa)

 

JawaPos.com - Aktivitas ekonomi di Kawasan Kuliner Tiyasan, Sleman, Yogyakarta, didorong tumbuh melalui Suadesa Festival 2026 pada 22–23 Agustus 2026. 

Festival ini tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga diarahkan untuk memperluas pasar UMKM, memperkenalkan potensi ekonomi kreatif dan desa wisata, sekaligus membuka peluang usaha bagi masyarakat setempat.

Dengan target sekitar 1.200 pengunjung per hari, kegiatan tersebut berpotensi meningkatkan transaksi pelaku usaha kuliner dan UMKM di kawasan Gandok Tambakan, Sinduharjo.

Baca Juga: BCA Expo 2026 Digelar di Surabaya, Tawarkan Bunga KPR dan KKB Spesial

Peserta festival berasal dari masyarakat lokal dan UMKM binaan, sehingga perputaran ekonomi diharapkan tidak berhenti pada penyelenggaraan acara, tetapi ikut memperkuat ekosistem usaha di kawasan tersebut.

Masih dalam suasana HUT Kemerdekaan RI ke-81, Suadesa Festival 2026 berlangsung di Kawasan Kuliner Tiyasan, Gandok Tambakan, Sinduharjo, Ngaglik, Sleman.

Lurah Sinduharjo, Ngaglik, Sleman, Sudarja, mengatakan, kawasan tersebut memiliki beragam potensi masyarakat yang masih dapat dikembangkan, baik dari sisi ekonomi maupun kreativitas.

Baca Juga: Pertamina Dorong Ekspansi Panas Bumi Nasional di IIGCE 2026

Suadesa Festival 2026 memberi ruang bagi berbagai potensi yang dimiliki masyarakat untuk lebih dikenal dan bertemu dengan lebih banyak orang.

"Kami berharap kegiatan ini dapat meningkatkan keterlibatan warga sekaligus membuka peluang baru bagi pengembangan usaha dan kemandirian ekonomi masyarakat,” ujar Sudarja.

Suadesa Festival 2026 dirancang dengan empat program utama, yakni Pasar UMKM Suadesa, Panggung Rakyat Suadesa, Workshop Suadesa, dan Suadesa Peduli.

Keempat program tersebut menggabungkan aktivitas ekonomi dengan pengembangan kapasitas masyarakat, seni dan budaya, serta kepedulian sosial dan lingkungan.

Sekitar 40 pelaku UMKM dari warga setempat dan UMKM binaan turut terlibat. Festival ini juga melibatkan 75 pelaku seni dari masyarakat lokal dan sejumlah komunitas.

Dari sisi seni budaya, pengunjung dapat menyaksikan Kirab Bregodho, Hadroh, Badui, hingga penampilan sejumlah musisi dan grup seperti Smarai, Nona Sepatu Kaca, Kampayo, Jogja 90’s, The Rain, dan Jikustik.

Baca Juga: INKA Kirim Tambahan 120 Unit Gerbong ke Selandia Baru Pesanan UGL

Kehadiran pertunjukan tersebut diharapkan menarik lebih banyak pengunjung. 

Namun, masyarakat dan pelaku UMKM tetap menjadi bagian utama dari konsep festival dengan menempatkan potensi lokal sebagai penggerak kegiatan.

Division Head Corporate Social Responsibility (CSR) PT Perusahaan Gas Negara Tbk Krisdyan Widagdo Adhi mengatakan, Suadesa Festival dirancang untuk mempertemukan kepentingan pemberdayaan masyarakat dengan pengembangan bisnis.

Baca Juga: Pemerintah Pangkas Insentif Motor Listrik dari Rp 5 Juta jadi Rp 3 Juta, Ekonom Acungi Jempol

“Suadesa Festival 2026 merupakan festival berbasis masyarakat yang mendorong kemandirian dan penguatan ekonomi masyarakat serta UMKM lokal melalui pengembangan potensi kuliner, ekonomi kreatif, dan desa wisata. Di saat yang sama, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk memperkenalkan CNG sebagai alternatif energi yang praktis, ramah lingkungan, dan berkelanjutan,” ujar Krisdyan.

Menurut dia, Kawasan Kuliner Tiyasan memiliki peluang untuk dikembangkan lebih jauh sebagai destinasi wisata kuliner.

Ekosistem usaha kuliner yang telah terbentuk menjadi modal untuk memperkuat kawasan tersebut sebagai pusat aktivitas ekonomi kreatif berbasis potensi lokal.

Baca Juga: BNI wondrX 2026 Hadirkan Solusi Traveling Lengkap, dari Tiket hingga Visa dalam Satu Zona Travel

Target kunjungan sekitar 1.200 orang per hari juga diharapkan memberikan efek ekonomi kepada pelaku usaha, tidak hanya dari Sleman dan Kota Yogyakarta, tetapi juga dari Bantul, Kulon Progo, Gunungkidul hingga Solo, Magelang, dan Muntilan.

Semakin banyak pengunjung yang datang, semakin besar pula peluang UMKM memperkenalkan produk, mendapatkan pelanggan baru, dan meningkatkan transaksi selama festival berlangsung.

Selain penguatan UMKM, festival ini juga menjadi momentum pengenalan CNG Cylinder/Gaslink sebagai alternatif energi untuk pelaku usaha yang belum terjangkau jaringan gas pipa.

Sasaran pengenalannya terutama UMKM dan sektor hotel, restoran, serta kafe (Horeka) yang membutuhkan energi untuk mendukung kegiatan operasional.

Baca Juga: Saham Sawit Menguat di Tengah Karhutla Kalimantan, Ekonom Ingatkan Jangan Salah Baca

“Dari sisi bisnis, kami melihat Suadesa Festival sebagai momentum untuk memperkenalkan solusi energi CNG kepada pelaku usaha yang memiliki kebutuhan energi, khususnya UMKM dan sektor Horeka. Kami berharap kegiatan ini dapat meningkatkan awareness dan engagement, sekaligus membuka minat pelaku usaha untuk melihat CNG sebagai salah satu alternatif energi yang dapat mendukung kegiatan operasional mereka,” jelas Krisdyan.

Dengan demikian, kegiatan tersebut tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan kunjungan dan transaksi UMKM, tetapi juga mempertemukan kebutuhan pelaku usaha dengan pilihan energi yang dapat digunakan sesuai karakteristik lokasi dan kegiatan bisnis mereka.

Dampak ekonomi yang diharapkan dari festival juga disertai dengan misi sosial. Sebagian hasil penjualan UMKM selama kegiatan akan didonasikan untuk korban bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Baca Juga: BI Catat Neraca Pembayaran Kuartal II 2026 Defisit USD 0,9 Miliar

“Selain untuk menggerakkan ekonomi lokal, hasil dari penjualan UMKM di acara ini sebagian juga akan di donasikan untuk korban bencana di NTT. Kami ingin Suadesa Festival tidak hanya menjadi ruang untuk merayakan potensi masyarakat, tetapi juga menghadirkan manfaat bagi mereka yang membutuhkan,” ucap Krisdyan.

Konsep tersebut membuat festival tidak hanya berorientasi pada keramaian, tetapi juga mencoba menghubungkan aktivitas ekonomi dengan manfaat sosial.

Krisdyan mengatakan integrasi antara pemberdayaan masyarakat dan pengembangan bisnis akan terus didorong.

Baca Juga: Mekaar Inspiraksi, Kolaborasi Nasabah dan Karyawan PNM Perluas Pemberdayaan 

Pertumbuhan aktivitas ekonomi diharapkan berjalan beriringan dengan peningkatan kapasitas UMKM, penguatan daya tarik kawasan, serta pengenalan solusi energi bagi pelaku usaha.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin mendorong terciptanya shared value. Masyarakat semakin mandiri dan berdaya, aktivitas ekonomi lokal tumbuh, kawasan semakin berkembang, dan pada saat yang sama pemanfaatan energi yang lebih ramah lingkungan dapat semakin dikenal dan dimanfaatkan oleh pelaku usaha,” tutur Krisdyan.

EDITOR: Latu Ratri Mubyarsah