JawaPos.com – Satu tahun bukan sekadar perjalanan waktu. Bagi PT Bank Syariah Nasional (Bank BSN), satu tahun merupakan perjalanan membangun fondasi, menumbuhkan kepercayaan, dan meneguhkan komitmen untuk menghadirkan layanan keuangan syariah yang memberikan manfaat bagi masyarakat Indonesia.
Tepat pada 20 Agustus 2025, nama Bank Syariah Nasional diperkenalkan ke publik bersamaan dengan penetapan susunan pengurus dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB). Momentum tersebut menjadi titik awal perjalanan Bank BSN sekaligus ditetapkan sebagai hari jadi perseroan.
Kini, tepat satu tahun kemudian, Bank BSN memperingati Milad pertamanya dengan mengusung tema “BSN untuk Indonesia, Penuh Berkah dan Amanah”. Tema ini merefleksikan perjalanan sekaligus komitmen perseroan untuk memastikan setiap langkah bisnis, pelayanan dan kontribusi senantiasa membawa keberkahan, manfaat bagi masyarakat dan dijalankan dengan penuh amanah.
Setahun, Fondasi Semakin Kokoh
Perjalanan satu tahun Bank BSN berlangsung di tengah dinamika ekonomi nasional dan global. Namun, tantangan tersebut tidak menyurutkan semangat seluruh Bintang BSN untuk terus bertumbuh dan memberikan kinerja terbaik.
Pada kuartal II 2026, Bank BSN menempati posisi kedua Bank Umum Syariah berdasarkan aset dengan nilai sekitar Rp78,8 triliun. Pembiayaan juga berada di posisi kedua dengan nilai sekitar Rp59,6 triliun, sementara Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai sekitar Rp61,6 triliun. Dari sisi profitabilitas, Bank BSN mencatatkan laba mencapai sekitar Rp444 miliar.
Baca Juga: Kuasai 24% Pangsa Pasar KPR Subsidi, BSN Perluas Penyaluran Pembiayaan ke Pekerja Informal
Pertumbuhan berlanjut hingga Juli 2026. Aset perseroan meningkat 22,2 persen menjadi sekitar Rp81 triliun, pembiayaan tumbuh 25,7 persen menjadi Rp62 triliun, dan DPK naik 14,8 persen menjadi Rp64,1 triliun. Adapun laba hingga Juli 2026 mencapai sekitar Rp494,7 miliar.
Bagi Bank BSN, capaian tersebut bukan sekadar angka. Dibaliknya terdapat kepercayaan nasabah, kerja keras Bintang BSN, dan ikhtiar untuk menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Ketika Pembiayaan Menjadi Jalan Menuju Rumah Impian
Salah satu fokus penting Bank BSN adalah memperkuat peran dalam pembiayaan perumahan syariah. Bagi perseroan, rumah bukan sekadar bangunan, melainkan tempat keluarga tumbuh, harapan dibangun, dan masa depan dipersiapkan.
Cerita itu tercermin dalam pengalaman tiga nasabah Bank BSN: Andre Kawaru, Jofan Firdaus, dan Tsara Nafisa. Mereka memiliki latar belakang berbeda, tetapi dipertemukan oleh satu harapan yang sama yaitu memiliki rumah yang layak bagi keluarga.
Bagi Andre Kawaru, memiliki rumah bukanlah perjalanan mudah. Di tengah perjuangannya membangun usaha budidaya dan penjualan kelinci, ia harus tinggal di kontrakan yang kerap dilanda banjir.
Sebagai pekerja sektor informal sekaligus wirausaha, Andre membuktikan bahwa keterbatasan status pekerjaan tidak harus menjadi penghalang untuk memiliki hunian layak. Sebagai masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), ia akhirnya memperoleh kesempatan melalui program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dan mendapatkan kepastian akad pembiayaan rumah subsidi di Bank BSN.
Skema FLPP memberikan kemudahan melalui uang muka yang terjangkau serta angsuran dengan margin tetap sepanjang masa tenor. Bagi wirausahawan kecil seperti Andre, skema tersebut menjadi jalan untuk memiliki hunian yang lebih aman dan nyaman tanpa memberikan tekanan berlebihan terhadap arus kas usaha.
Dari kontrakan yang kerap terendam banjir hingga rumah subsidi, kisahnya membawanya pada kesempatan untuk hadir dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Istana Negara, Jakarta.
Bagi Andre, rumah bukan sekadar tempat berteduh, melainkan simbol bahwa perjuangan bersama keluarga akhirnya memiliki tempat untuk berlabuh.
Kisah serupa datang dari Jofan Firdaus, mitra pengemudi ojek online yang setiap hari bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarga sekaligus menyiapkan masa depan.
Seperti banyak pekerja lainnya, Jofan memiliki impian sederhana, memiliki rumah sendiri. Kesempatan itu datang ketika ia menjadi salah satu nasabah Bank BSN yang menerima kunci rumah secara simbolis dalam kegiatan Akad Massal 62.000 Unit KPR Rumah Subsidi dan Kredit Program Perumahan.
Momen tersebut dihadiri Presiden RI Prabowo Subianto, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman RI, pimpinan BP Tapera, pimpinan perbankan, pengembang, serta masyarakat penerima manfaat.
Bagi Jofan, kunci tersebut bukan sekadar simbol sebuah rumah. Kunci itu menjadi tanda bahwa harapan yang selama ini diperjuangkan akhirnya memiliki tempat untuk pulang.
Kisah Jofan juga menunjukkan bahwa kepemilikan rumah bukan hanya bagi pekerja sektor formal. Pekerja informal pun memiliki kesempatan untuk memperoleh hunian yang layak dan terjangkau.
Sementara itu, Tsara Nafisa, seorang wirausaha dan pedagang kelontong sekaligus nasabah Bank BSN KC Banda Aceh, memiliki cerita yang tak kalah inspiratif.
Di tengah kesibukannya menjalankan usaha, Tsara menyimpan harapan untuk memiliki rumah yang layak bagi keluarganya. Kesempatan istimewa datang ketika ia dapat berinteraksi secara daring dengan Presiden RI Prabowo Subianto dalam rangkaian kegiatan Akad Massal tersebut.
Kisah Tsara memperlihatkan bahwa mimpi memiliki rumah dapat tumbuh dari berbagai latar belakang. Dari usaha kecil yang dijalankan setiap hari, ada harapan besar untuk membangun kehidupan keluarga yang lebih baik.
Rumah untuk Semua, Kesempatan untuk Semua
Andre, Jofan, dan Tsara datang dari profesi dan latar belakang berbeda. Namun, ketiganya memiliki keinginan yang sama untuk membangun kehidupan yang lebih baik dan menyediakan hunian layak bagi keluarga.
Di sinilah peran Bank BSN menjadi semakin bermakna. Perseroan ingin hadir sebagai jembatan yang menghubungkan impian masyarakat dengan kesempatan memiliki rumah. Sebab, pembiayaan perumahan bukan sekadar transaksi keuangan, tetapi bagian dari perjalanan kehidupan seseorang.
Ada rumah yang menjadi tempat anak-anak tumbuh, tempat orang tua beristirahat setelah bekerja, dan tempat sebuah keluarga memulai kehidupan yang lebih baik. Setiap rumah yang berhasil diwujudkan menjadi bagian dari cerita Bank BSN untuk Indonesia.
Menghadirkan Berkah, Menjaga Amanah
Pertumbuhan bisnis bagi Bank BSN harus berjalan beriringan dengan nilai-nilai syariah, tata kelola, dan integritas. Sebagai suatu entitas bank syariah bukan hanya tentang menjalankan bisnis sesuai prinsip syariah, tetapi juga memastikan setiap aktivitas perusahaan memberikan manfaat dan tetap berpijak pada nilai-nilai yang menjadi fondasinya.
Bank BSN memiliki cita-cita menjadi mitra utama keuangan keluarga yang berkah dan amanah. Cita-cita tersebut diwujudkan melalui berbagai peran, mulai dari membantu masyarakat memiliki rumah, mendukung pelaku usaha untuk tumbuh, memperluas akses keuangan syariah, hingga membangun ekosistem syariah yang memberikan manfaat di berbagai daerah.
Perseroan ingin memastikan bahwa kehadirannya dapat dirasakan semakin dekat oleh masyarakat. Karena Indonesia bukan hanya Jakarta. Indonesia adalah Aceh, Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Papua, dan seluruh wilayah tempat masyarakat terus bekerja, membangun keluarga, mengembangkan usaha, dan mengejar masa depan. Di setiap daerah itu, Bank BSN ingin hadir. Bukan hanya membawa produk dan layanan perbankan, tetapi membawa semangat untuk tumbuh bersama masyarakat.
Dengan semangat yang sama, Bank BSN akan terus melangkah untuk menghadirkan layanan keuangan syariah yang inklusif, membangun kehidupan masyarakat yang lebih baik, dan memberikan kontribusi nyata bagi negeri.
Bank BSN untuk Indonesia, Penuh Berkah dan Amanah.