← Beranda
Sampah Ditukar Oli, Warga Gang Hijau Cemara Bangun Ekonomi Sirkular Bersama Pertamina Lubricans
Dimas ChoirulSelasa, 18 Agustus 2026 | 18.46 WIB
Bengkel Enduro Enterprenuership Program, warga Gang Hijau Cemara, RW 01, Kelurahan Tugu Utara, Kecamatan Koja, Jakarta Utara/(Dimas Choirul/Jawapos.com).
 
JawaPos.com — Sampah tak lagi sekadar menjadi persoalan lingkungan bagi warga Gang Hijau Cemara, RW 01, Kelurahan Tugu Utara, Kecamatan Koja, Jakarta Utara. Sampah yang dikumpulkan warga diolah menjadi berbagai produk hingga dapat ditukar dengan oli.
 
Corporate Secretary PT Pertamina Lubricants Rika Gresia Wahyudi mengatakan, salah satu kegiatan di kawasan tersebut adalah bengkel melalui Enduro Entrepreneurship Program. Warga dibina, diberi modal awal, serta mendapat pelatihan teknisi untuk mengelola bengkel.
 
“Dan uniknya bengkel ini itu ada program menabung sampah gitu ya, sampah tukar sampah bisa dapat ganti oli,” kata Rika kepada wartawan, Rabu (12/8).
 
Ketua Kelompok Pengelola Gang Hijau Cemara RW 01, Dani Arwanto, mengatakan kegiatan di kawasan tersebut telah berjalan sejak 2013 dan mendapat dukungan Pertamina Lubricants sejak 2022.
 
Baca Juga: Gelar Aksi Kemanusiaan Gempa NTT di HUT ke-81 RI, Dirut Pertamina: Hadir Untuk Dukung Korban Bencana
 
Menurut Dani, warga mengelola sampah organik menjadi maggot, pakan ternak, pakan ikan, pelet biomassa, hingga pupuk. Sampah yang dikelola mencapai lebih dari tiga ton per hari untuk sampah organik, sementara total sampah yang masuk dari lingkungan, pasar, hotel, restoran, dan perkantoran bisa mencapai 500 kilogram hingga satu ton per hari.
 
“Hasilnya kita buat pakan, kita buat pakan ternak, kita buat pelet, kita buat pupuk,” ujar Dani.
 
Selain diolah menjadi produk, sampah juga masuk dalam skema tabungan warga. Dani mengatakan nilai tabungan bergantung pada jumlah sampah yang disetorkan. Sampah tersebut juga dapat ditukar dengan oli sesuai volumenya.
 
“Itu kira-kira kalau sampai ke angka tiga puluh lima ribu, empat puluh lima ribu itu angkanya itu bisa tukar sama oli,” katanya.
 
Dani menilai kegiatan tersebut mulai memberikan dampak ekonomi bagi warga karena sampah yang sebelumnya dianggap sebagai masalah kini memiliki nilai tambah.
 
“Yang jelas dampak daripada kegiatan ini sangat dirasakan ya terutama perekonomiannya,” ujar Dani.
 
Ia mengatakan pengelolaan tersebut diarahkan menjadi ekonomi sirkular yang melibatkan masyarakat dan UMKM di lingkungan Gang Hijau Cemara.
 
 
 
 
Caption:
Bengkel Enduro Enterprenuership Program, warga Gang Hijau Cemara, RW 01, Kelurahan Tugu Utara, Kecamatan Koja, Jakarta Utara/(Dimas Choirul/Jawapos.com). 
EDITOR: Mohamad Nur Asikin