JawaPos.com - PT Lion Mentari Airlines (Lion Air Group), membatalkan sejumlah penerbangan Wings Air dari dan menuju Bandar Udara H.Aroeboesman, Ende (ENE) akibat gempa bumi di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8) pagi waktu setempat.
Corporate Communications Strategic of Lion Air Group, Danang Mandala Prihantoro, mengatakan Wings Air melakukan pengecekan dan evaluasi operasional dengan mempertimbangkan kondisi di lapangan serta aspek keselamatan dan keamanan penerbangan berjadwal.
Ia menegaskan bahwa, proses tersebut dilakukan melalui koordinasi dengan instansi dan pihak terkait.
Baca Juga: Daftar 76 Anggota Paskibraka yang Dikukuhkan Gibran di Istana Negara
“Berdasarkan hasil evaluasi, Wings Air untuk sementara membatalkan penerbangan berjadwal komersial dari dan menuju Bandar Udara H. Aroeboesman, Ende (ENE) mulai 15 Agustus 2026 hingga pemberitahuan lebih lanjut,” ujar Danang saat dikonfirmasi JawaPos.com, Sabtu (15/8).
Danang mengatakan, keputusan tersebut merupakan langkah kehati-hatian dengan mengutamakan keselamatan dan keamanan pelanggan, awak pesawat, serta seluruh pihak yang terlibat dalam operasional penerbangan.
Ia mengatakan, Pelanggan yang terdampak dapat melalukan penyesuaian perjalanan, termasuk reschedule (perubahan jadwal penerbangan) atau refund (pengembalian biaya tiket), sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Adapun, penyesuaian operasional tersebut merupakan force majeure, yaitu kondisi di luar kendali perusahaan yang berdampak terhadap kegiatan penerbangan. Penerbangan Wings Air yang sementara tidak beroperasi dari/ke Ende:
IW1831 — Kupang (KOE) → Ende (ENE), keberangkatan 07.00 WITA
IW1831 — Ende (ENE) → Labuan Bajo (LBJ), keberangkatan 08.30 WITA
IW1952 — Labuan Bajo (LBJ) → Ende (ENE), keberangkatan 10.20 WITA
IW1953 — Ende (ENE) → Labuan Bajo (LBJ), keberangkatan 11.40 WITA
IW1830 — Labuan Bajo (LBJ) → Ende (ENE), keberangkatan 12.55 WITA
IW1830 — Ende (ENE) → Kupang (KOE), keberangkatan 14.10 WITA
IW1957 — Kupang (KOE) → Ende (ENE), keberangkatan 11.30 WITA
IW1956 — Ende (ENE) → Kupang (KOE), keberangkatan 12.55 WITA
Danang melanjutkan, Wings Air juga melakukan kajian terhadap Bandar Udara Frans Sales Lega, Ruteng (RTG) dan Bandar Udara Soa, Bajawa (BJW), melalui pengecekan dan kajian operasional, serta koordinasi intensif dengan otoritas dan pihak terkait.
Hal tersebut dilakukan karena kondisi kedua bandar udara tersebut masih perlu dipastikan untuk mendukung operasional penerbangan komersial berjadwal yang aman.
Selain itu, Wings Air terus berkoordinasi dengan instansi dan pihak terkait serta memantau perkembangan kondisi di lapangan. Operasional penerbangan dari dan menuju bandar udara terdampak akan kembali dibuka setelah hasil evaluasi menyatakan kondisi telah aman dan memenuhi persyaratan operasional.
“Informasi terbaru mengenai perubahan operasional akan disampaikan kepada pelanggan,” ujarnya.
Bandar Udara Lainnya Tetap Beroperasi
Hasil pengecekan dan evaluasi (assessment) operasional menunjukkan sejumlah bandar udara dalam jaringan Wings Air di kawasan Nusa Tenggara tetap beroperasi, antara lain:
Bandar Udara Internasional Zainuddin Abdul Madjid, Lombok (LOP)
Bandar Udara Sultan Muhammad Kaharuddin, Sumbawa (SWQ)
Bandar Udara Sultan Muhammad Salahuddin, Bima (BMU)
Bandar Udara Internasional Komodo, Labuan Bajo (LBJ)
Bandar Udara Lede Kalumbang, Tambolaka (TMC)
Bandar Udara Umbu Mehang Kunda, Waingapu (WGP)
Bandar Udara Gewayantana, Larantuka (LKA)
Bandar Udara D.C. Saudale, Rote (RTI) Bandar Udara Wonopitu, Lewoleba (LWE)
Bandar Udara A.A. Bere Tallo, Atambua (ABU)
Bandar Udara Mali, Alor (ARD)
Bandar Udara Frans Seda, Maumere (MOF)
Bandar Udara El Tari, Kupang (KOE)