JawaPos.com - Pemerintah optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia mampu mendekati level 6 persen sepanjang tahun 2026.
Menteri Perekonomian (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa, mengatakan selama tiga triwulan terakhir ekonomi Indonesia konsisten tumbuh di atas 5 persen dengan signifikan bahkan sempat 5,61 persen di triwulan pertama tahun ini dan turun sedikit ke 5,29 persen.
Ia menegaskan bahwa, pertumbuhan tersebut terjadi seiring kebijakan moneter dan fiskal serta kondisi sektor keuangan yang baik.
“Dan ke depan semester kedua tahun ini kita akan pastikan itu akan lebih bagus lagi sehingga kita bisa tumbuh mendekati 6 persen pada akhir tahun 2026 ini,” ujar Purbaya dalam konferensi pers RAPBN dan Nota Keuangan 2027 di Kantor Direktorat Jenderal Pajak, Jakarta, Jumat (14/8).
Purbaya mengatakan, untuk 2027, pertumbuhan ekonomi juga bisa tumbuh sekitar 6 persen plus minus sedikit.
Diberitakan sebelumnya, pertumbuhan ekonomi yang berkualitas bukan hanya soal angka pertumbuhan, tetapi harus berdampak langsung pada masyarakat, terutama melalui penciptaan lapangan kerja.
Anggota Komisi XI DPR RI, Kamrussamad, mengatakan setiap pertumbuhan ekonomi 1 persen diharapkan mampu membuka lebih dari 900 ribu lapangan kerja baru.
“Karena itu, perlu dilihat sektor mana yang menyerap tenaga kerja dan sejauh mana program hilirisasi benar-benar menciptakan lapangan pekerjaan yang dirasakan masyarakat,” ujar Kamrussamad saat ditemui di Kompleks DPR RI, Jakarta, Kamis (14/8).
Kamrussamad mengatakan capaian pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal II 2026 menunjukkan adanya perkembangan positif dari pelaksanaan sejumlah program prioritas pemerintah.
“5,29 persen itu adalah pertumbuhan di kuartal kedua tahun 2026. Akumulasi untuk semester pertama itu sudah di 5,4 persen. Artinya bahwa di kuartal kedua ini ternyata mulai terasa arah kebijakan program prioritas nasional kita, dampaknya terhadap pertumbuhan ekonomi,” ucapnya.
Ia mengatakan, kehadiran Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) dinilai mampu menjawab atas perwujudan pertumbuhan ekonomi yang berkualitas.
Menurutnya, Danantara penting lantaran selama ini Pemerintah Indonesia selalu mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan investasi baik dari dalam maupun luar negeri.
“Dengan adanya Danantara sebagai Sovereign Wealth Fund, kita harapkan bisa menjadi lokomotif pertumbuhan ekonomi baru yang berkualitas," ujarnya.