← Beranda
Tutup 1.000 Tambang Timah Ilegal, Prabowo Beberkan Laba PT Timah Melonjak 9 Kali Lipat
Djati WaluyoJumat, 14 Agustus 2026 | 21.38 WIB
Pidato Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Tahunan MPR RI serta Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI Tahun 2026 di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2026). (Salman Toyibi/ Jawa Pos)

JawaPos.com - Penutupan 1.000 tambang timah ilegal di Bangka Belitung pada akhir 2025 berhasil mendorong lonjakan keuntungan PT Timah Tbk pada semester I 2026.

Presiden Prabowo Subianto, mengatakan pemerintah telah menutup 1.000 tambang timah illegal untuk menghentikan aktivitas pertambangan yang tidak sesuai dengan ketentuan.

“Akhir tahun lalu (2025) kita telah tutup 1.000 tambang timah ilegal di Bangka Belitung. 1.000 tambang illegal,” ujar Prabowo dalam Sidang Tahunan DPR/MPR, Jakarta, Jumat (14/8).

Ia mengatakan, setelah penertiban tersebut, PT Timah Tbk mencatat keuntungan Rp2,7 triliun dalam enam bulan pertama 2026. Nilai tersebut disebut mencapai sembilan kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Baca Juga: Kerugian Negara Rp 300 T di Kasus Timah Tidak Tepat, Berikut Pertimbangan Hukum MA

“Bayangkan dalam 6 bulan tahun 2026 ini, PT Timah telah mencapai keuntungan 2,7 triliun rupiah. 9 kali lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu, Saudara-saudara sekalian,” ucapnya.

Selain kenaikan keuntungan, valuasi PT Timah Tbk juga disebut meningkat signifikan. Pada Agustus 2026, valuasi perusahaan tersebut disebut naik 280 persen dibandingkan Agustus 2025.

Prabowo mengatakan, peningkatan kinerja perusahaan juga berdampak pada nilai kepemilikan saham PT Timah. Pemegang saham disebut menikmati kenaikan nilai kekayaan seiring dengan peningkatan valuasi perusahaan.

“Saudara-saudara mungkin yang punya saham di PT Timah berarti kekayaannya naik 300%. Sayang kepala BP Danantara tidak memberi proyeksi kepada kita, kalau enggak kita borong-borong itu saham PT Timah,” ucapnya.

EDITOR: Mohamad Nur Asikin