JawaPos.com - Anggota Komisi IV DPR RI Herman Khaeron menilai pertumbuhan ekonomi Indonesia masih berada di jalur yang positif di tengah berbagai tantangan global.
Sebagaimana diketahui, pada triwulan II perekonomian Indonesia tumbuh sebesar 5,29 persen secara tahunan atau year on year (yoy) dan 5,45 persen secara kuartal (ctoc).
Herman mengatakan, pertumbuhan ekonomi di atas 5 persen merupakan capaian yang cukup baik, terutama dengan kondisi perekonomian global yang masih menghadapi berbagai tekanan.
termasuk juga konflik di Timur Tengah yang naik turun, ketegangan antara Amerika, Israel, Iran, sangat mempengaruhi situasi dunia.
Baca Juga: 103 Anggota DPR dan DPD Absen di Sidang Tahunan MPR 2026
“Dan tentu dengan pertumbuhan 5,2 persen ini juga menunjukkan bahwa ekonomi Indonesia masih on the track,” ujar Herman saat ditemui di Kompleks DPR RI, Jakarta, Kamis (14/8).
Herman menilai kondisi tersebut menunjukkan bahwa Indonesia masih mampu menjaga stabilitas di tengah situasi global yang penuh ketidakpastian.
Ia menyebut, dari sisi politik, keamanan, hingga ekonomi, kondisi nasional sejauh ini masih berada dalam jalur yang baik.
“Sehingga dari sisi-sisi politik, keamanan, ekonomi sampai saat ini, tentu kita bisa memberikan penilaian on the track ya, baik. Dan tentu mudah-mudahan ini terus dipertahankan,” ujarnya.
Herman berharap, medepannya pertumbuhan ekonomi Indonesia dapat terus meningkat.
Baca Juga: Ketua DPD Puji Prabowo-Gibran: Kompak dan Saling Melengkapi
Menurutnya, pemerintah perlu menyiapkan sejumlah strategi untuk mendorong pertumbuhan yang lebih tinggi dibandingkan capaian tahun sebelumnya.
Ia mengatakan hal tersebut akan terlihat dari penyampaian Nota Keuangan dan RAPBN yang disampaikan pemerintah.
Dari dokumen tersebut, DPR akan melihat sektor-sektor yang menjadi sumber dorongan utama bagi pertumbuhan ekonomi nasional.
“Penyampaian nota APBN dari pemerintah terhadap APBN 2025 yang kita juga akan melihat nanti akan di mana dorongan terbesar untuk bisa mencapai pertumbuhan yang lebih tinggi dari capaian tahun 2024,” ucapnya.
Baca Juga: Capai Target 8 Persen, DPR Sebut Kebijakan APBN dan Danantara jadi Kunci