JawaPos.com - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli meminta masyarakat melapor, bila masih mendapati perusahaan yang mencantumkan batas usia hingga syarat good loking atau berpenampilan menarik di lowongan kerja.
Ia kembali menegaskan tak ingin ada diskriminalisasi terkait persyaratan bagi calon pekerja dalam melamar pekerjaan.
Hal itu disampaikan Yassierli dalam acara PKKMB UPNVJ 2026 (Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta) pada 10-11 Agustus lalu.
PKKMB dengan tema "Muda Berkarakter Bela Negara, Berdampak Nyata Untuk Bangsa" itu digelar di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, Senin (10/8).
Baca Juga: Jika Anda Merasa Sengsara di Tempat Kerja, Mungkin Tanpa Sadar Terbiasa Melakukan 7 Perilaku Ini
Menurut Yassierli, kebijakan tersebut telah tertuang dalam Surat Edaran (SE) Nomor M/6/HK.04/V/2025 tentang Larangan Diskriminasi dalam Proses Rekrutmen Tenaga Kerja.
"Tahun lalu (2025) saya sudah mengeluarkan surat edaran yang melarang perusahaan untuk mencantumkan kriteria usia, kriteria good looking dalam rekrutmen. Tepuk tangan dong, ya," kata dia.
Yassierli mengatakan, pihaknya telah mengimbau perusahaan untuk melakukan pola rekrutmen secara transparan dan objektif.
Karena itu, dia tidak ingin ada lagi perusahaan yang kerap melakukan tindakan diskriminatif.
"Kalau masih ada perusahaan yang nakal, silakan laporkan. Jadi itu tidak boleh," ujarnya.
Baca Juga: Kerja Diputus, Kini Pemkot Surabaya Evaluasi Status Cak dan Ning Tio Ferdian
Dalam kesempatan itu, Yassierli juga menyinggung program Magang Nasional yang telah merekrut sebanyak 150.000 orang.
Menurut dia, program ini bisa menjadi jembatan para lulusan baru untuk bekerja secara profesional.
Bahkan, bagi perusahaan yang dititipkan peserta magang, tidak perlu memikirkan terkait uang saku karena sudah dibayar oleh negara.
"Perusahaan itu tidak perlu bayar selama 6 bulan. Bayangkan. Saya (Kemnaker) yang bayar, ya, uang saku selama 6 bulan," tegasnya.
"Jadi kalau di Jakarta uang sakunya 5,7 juta. Magang di perusahaan tapi syaratnya sudah lulus. Dan perusahaan mendapatkan insentif yang luar biasa. Makanya tidak perlu lagi perusahaan itu, ya, nakal seperti itu," pungkasnya.
Baca Juga: 11 Alasan Psikologi Burnout Kerja yang Bikin Milenial Sulit Bertahan Seharian di Kantor