JawaPos.com - Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS diperkirakan akan kembali melemah pada perdagangan Rabu (12/8), setelah ditutup melemah 106 poin menjadi Rp 17.861 per dollar AS pada perdagangan Selasa (11/8).
Pengamat Ekonomi, Mata Uang dan Komoditas, Ibrahim Assuaibi mengatakan, pergerakan rupiah pada hari ini akan dipengaruhi oleh sentimen dalam negeri.
"Untuk perdagangan (12/8) mata uang Rupiah fluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp 17.860-Rp 17.970," ujar Ibrahim dalam keterangan yang diterima, Rabu (12/8).
Ibrahim mengatakan, pasar bersikap waspada terhadap agenda tinjauan MSCI untuk bulan Agustus 2026 yang dijadwalkan pada hari ini, di mana perubahan penyeimbangan ulang (rebalancing) akan mulai berlaku setelah 31 Agustus.
Baca Juga: Destry Damayanti Bikin Rupiah dan Saham Menguat, Pemerintah Dukung Ordal Jadi Gubernur BI
Kendati demikian, tekanan penurunan pasar sedikit tertahan oleh langkah Presiden Prabowo yang menunjuk Plt Gubernur Bank Indonesia, Destry Damayanti, sebagai calon tunggal pengganti Perry Warjiyo, sehingga meredakan kekhawatiran terkait kepemimpinan Bank Sentral.
Ia mengatakan, pasar juga merespons negatif setelah rilis data Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) terbaru yang menurun, dari 117,8 pada Juni 2026 menjadi 116,8 pada Juli 2026.
IKK Juli 2026 di level 116,8 ini merupakan yang terendah sejak September 2025 (115), dan apabila dibandingkan dengan posisi awal tahun atau Januari 2026 (127), IKK sudah mengalami penurunan 10,2 poin.
Sebagai informasi, survei yang dilakukan oleh Bank Indonesia (BI) ini menunjukkan keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi saat ini dan ekspektasi mereka terhadap masa depan.
Baca Juga: Rupiah Berpeluang Menguat Hari Ini, Terdorong Calon Gubernur BI dan IKK Juli