← Beranda
Mulai Pekan ini, BGN Prioritaskan Aktivasi Dapur MBG di Daerah Stunting Tinggi 
Dimas ChoirulKamis, 6 Agustus 2026 | 16.23 WIB
Kepala BGN Sudaryono di Kantor Kemenkes, Jakarta, Rabu (5/8) malam/(Istimewa).

JawaPos.com – Badan Gizi Nasional (BGN) akan memprioritaskan aktivasi dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di kabupaten dan kota dengan prevalensi stunting tinggi.

Langkah tersebut dilakukan setelah BGN menerima pemetaan wilayah stunting dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk disinkronkan dengan lokasi dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang telah tersedia.

Kepala BGN Sudaryono mengatakan, data stunting yang dimiliki Kemenkes akan menjadi acuan dalam mempercepat pelaksanaan program MBG di wilayah yang membutuhkan intervensi gizi.

"Jadi saya mendapatkan list, ini kan memang yang mendata di Kementerian Kesehatan ini top luar biasa ya. Jadi CKG (Cek Kesehatan Gratis), kemudian pelibatan data mendata siapa stunting di mana stunting itu ada semua," kata Sudaryono usai bertemu Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin dan para ahli gizi di Kemenkes, Rabu (5/8) malam.

Mas Dar, sapaan akrabnya menjelaskan, data tersebut juga memuat informasi mengenai anak sekolah yang teridentifikasi mengalami stunting serta status mereka sebagai penerima manfaat MBG.

Berdasarkan pemetaan tersebut, lanjut Mas Dar, BGN kemudian mencocokkan wilayah dengan angka stunting tinggi dengan keberadaan dapur MBG yang sudah dibangun. Dapur yang telah tersedia akan segera diaktifkan, sedangkan daerah yang belum memiliki fasilitas akan menjadi prioritas pembangunan.

"Nah sehingga berdasarkan dari peta yang kemudian diberikan oleh Pak Menkes tadi ya, ada kabupaten kota yang stunting-nya tinggi dan tinggi sekali. Itu kemudian kami overlay dengan data kami dapur yang apakah di situ ada dapur? Kalau sudah ada, maka kita segera aktivasi," jelas dia.

Baca Juga: Evaluasi Rutin Program MBG, BGN Bakal Bentuk Forum Bareng Ahli Gizi, Chef, hingga Industri Katering

Sudaryono menegaskan, percepatan aktivasi dapur akan menjadi fokus BGN dalam beberapa hari hingga pekan ke depan. Bahkan, pemerintah membuka kemungkinan membangun dapur baru di daerah yang belum terlayani.

"Jadi dalam waktu-waktu minggu-minggu ini, hari-hari dan minggu ke depan ini kita fokus bagaimana pengaktivasian atau mengaktifkan dapur-dapur yang berada di wilayah yang kondisi stunting-nya tinggi dan tinggi sekali. Kalau belum ada dapur, kita kalau perlu kita khusus untuk membuat dapur di tempat-tempat itu," katanya.

EDITOR: Kuswandi